18.721 Paket Sembako Masih Tersimpan, DPRD Gowa Minta Segera Disalurkan

  • Whatsapp

 

GOWA, RADAR SELATAN–Dinas Sosial Kabupaten Gowa mencatat, masih ada 18.721 paket sembako yang masih tersimpan dan belum tersalurkan kepada masyarakat di tengah pandemi Corona.

Read More

Tidak tersalurkannya paket sembako ini kata Kepala Dinas Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol, karena membutuhkan beberapa tahapan agar penyaluran sembako ini tetap sasaran.

“Jadi bukan kita timbun ya. Yang ditimbun itu kalau kita tidak salurkan. Hingga saat ini kita masih terus berkoordinasi dengan camat, kepala desa, maupun lurah di 18 Kecamatan di Gowa untuk segera memverifikasi data warga yang layak menerima sembako,” katanya.

Syamsuddin menegaskan, bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan bantuan meski PSBB telah berakhir.

Bantuan itu akan diberikan kepada keluarga warga yang terdata sebagai orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun yang dinyatakan positif.

“Pemkab Gowa berkomitmen menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat yang terdampak. Tidak boleh ada yang kesulitan dalam pemenuhan hak-hak pangan,” tegasnya.

Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa dalam hal ini Komisi IV DPRD Kabupaten Gowa meminta agar paket sembako yang belum terbagi segera disalurkan.

Hal itu disampaikan pihak DPRD Gowa usai menggelar sidak di GOR penyimpanan paket sembako, Jl Masjid Raya, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu, 20 Mei 2020 lalu.

Sidak tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Gowa, Andi Tenri Indah bersama Ketua Komisi IV Muh Ramli Siddik selaku mitra kerja Dinas Sosial Kabupaten Gowa.

“Kalau masih ada tumpukan, kita dorong Dinas Sosial bekerja sama dengan RT RW menyasar seluruh pelosok,” kata Ramli Siddik.

Wakil Ketua I DPRD Gowa Andi Tenri Indah mengatakan, pihaknya tidak mendapati pegawai Dinsos Gowa ketika melakukan sidak ke GOR.

Legislator Fraksi Partai Gerindra ini mempertimbangkan untuk memanggil Dinas Sosial Gowa jika paket sembako belum terbagi ke depan.

“Tidak ada orang dinsos waktu kami sidak. Yang ada org yang mengemas paket. Setelah masuk kantor kita panggil lagi Dinsos,” ujarnya. (*) Hendra.

Penulis : | Editor :

Related posts