Hati-hati Reservasi di IG Hakuna Matata, Ada Akun Palsu yang Lakukan Penipuan, Korban Sudah Transfer Puluhan Juta

  • Bagikan
Hati-hati dengan penipuan menggunakan akun Hakuna Matata Resort.

MAKASSAR, RADAR SELATAN — Hampir semua hotel dan penginapan di kawasan wisata Tanjung Bira full booked selama libur lebaran tahun ini. Situasi tersebut ternyata dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penipuan via transaksi online.

Akun Hakuna Matata Resort salah satunya. Akun IG Hakuna Matata dikuasai seseorang yang melakukan penipuan dengan membuat story di IG mengenai promo kamar selama periode 1-7 Mei 2022. Ika, salah satu warga Makassar menjadi korban penipuan akun Hakuna Matata. Ika mengaku sudah transfer sebesar Rp 14 juta untuk reservasi kamar seperti promo yang ada di IG story akun Hakuna Matata.

“Saya sudah transfer karena pengalaman kayak tahun kemarin kalau tidak membayar lebih dulu susah untuk booking kamarnya,” ujar Ika yang berencana liburan bersama keluarga besarnya selama beberapa hari di Tanjung Bira Bulukumba.

Ternyata maksud hati nginap dan bersantai di Hakuna Matata Resort, Ika kena tipu orang yang tidak bertanggung jawab. “Saya baru ngeh saat liat story dari akun Hakuna Matata Official yang menyebut bahwa hati-hati dengan penipuan. Loh, padahal akun yang penipu itu tetap aktif dan gencar lakukan promosi,” kata Ika.

Kepada RADAR SELATAN Ika mengaku sudah melakukan konfirmasi ke pihak Hakuna Matata Resort dan tidak ditemukan reservasi atas namanya. Disitulah Ika yakin bahwa ia sudah tertipu. “Yang bikin saya heran kok akunnya tetap aktif sampai sekarang. Kalau pihak Hakuna sudah melaporkan ini sejak beberapa waktu lalu harusnya akun itu sudah tidak bisa aktif lagi,” terang Ika.

RADAR SELATAN sendiri mencoba menghubungi akun tersebut baru-baru ini. Akun penipuan dengan alamat IG Hakuna Matata Resort masih aktif dan masih menjawab direct message. Akun ini juga menggunakan no kontak 085779513265.

Raymond, manajemen Hakuna Matata mengaku sudah melaporkan aksi penipuan ini sejak 4 bulan lalu. “Ada yang sudah transfer sampai 75 juta. Kami juga heran, karena sudah kami lapor di Polda dan di Polres tapi kok pelakunya belum bisa diungkap,” kata Raymond.***

  • Bagikan