Hajar Setia Dampingi Sang Istri Jalani Persalinan Anak Pertamanya

  • Bagikan
Pegawai BPJS Kesehatan saat temui dan mendampingi proses persalinan istri Muhammad Hajar Majid.

BULUKUMBA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID -- Menanti kehadiran sang buah hati menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu bagi semua orang tidak terkecuali oleh Muhammad Hajar Majid (31) dan sang istri.

Hajar yang berprofesi sebagai seorang pegawai swasta di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabupaten Takalar ini dengan penuh kesetiaan menemani sang istri menjalani proses persalinannya yang penuh dengan perjuangan demi bertemu dengan buah hati mereka.

“Istri saya sebelumnya melahirkan di Puskesmas Bonto Bangun, namun pasca melahirkan istri saya mengalami pendarahan sehingga pihak puskesmas langsung ambil tindakan untuk merujuk istri saya ke Rumah Sakit Sultan Dg. Radja agar segera memperoleh penanganan lebih lanjut,” sebut Hajar kepada tim Jamkesnews, Rabu (15/01).

Saat menghadapi momen genting tersebut, istri Hajar segera dipindahkan ke RSUD Sultan Dg Radja dengan menggunakan ambulans agar dapat dengan cepat mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Setelah tiba di rumah sakit, tenaga medis yang bertugas melakukan serangkaian pemeriksaan dan penanganan segera kepada istrinya. Namun, karena pendarahan yang cukup parah membuat istrinya diharuskan menjalani transfusi darah.

“Alhamdullilah stok darah di rumah sakit sudah tersedia, jadi istri saya bisa melakukan transfusi darah secepatnya, sampai saat ini, sudah total dua kantong darah transfusi darah yang diterima oleh istri saya,” ungkap pria yang berasal dari Kabupaten Takalar tersebut.

Seperti kebanyakan ibu hamil lainnya, istri Hajar juga rutin melakukan kontrol bulanan di puskesmas bantuan (pustu) agar dapat memantau tumbuh kembang sang anak di dalam perut. Meski demikian ternyata momen kelahiran anak pertama mereka ternyata tidaklah mudah dan masih berlanjut dengan perjalanan medis yang tak terduga. Namun, Hajar selalu setia mendampingi sang istri demi memberikan dukungan penuh baik fisik maupun moral selama proses yang menguji ketangguhan mereka sebagai pasangan suami istri.

“Semua tenaga medis di rumah sakit sangat bagus sekali, dokter spesialis juga rutin memeriksakan keadaan istri saya setiap hari dan memberikan kami penjelasan tentang kondisi istri saya dengan jelas sehingga memudahkan kami mengerti,” ungkap Hajar.

Kini, setelah dirawat selama kurang lebih dua hari di rumah sakit, kondisi istri Hajar berangsur-angsur membaik. Meskipun belum kembali pulih seperti semula dan masih memerlukan pemantauan lebih lanjut, keadaan istri Hajar jauh lebih baik dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Dengan terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Hajar merasa sangat terbantu karena dirinya tidak perlu lagi memikirkan biaya persalinan sebab semua biayanya telah ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan selaku penyelenggara program ini. Sehingga dirinya bisa fokus terhadap pemulihan sang istri dan kesehatan sang anak yang baru saja lahir.

“Tidak ada biaya sama sekali, sejak kontrol rutin setiap bulannya di Pustu hingga persalinan di Puskesmas Bonto Bangun dan dirujuk di rumah sakit semuanya gratis, bahkan kami juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk ambulance, begitu pula dengan obat-obatan yang diberikan juga tidak ada biaya tambahan lagi,” sebut Hajar.

Program JKN telah lama menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia dalam memperoleh berbagai pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan. Berbagai inovasi juga diluncurkan demi kemudahan masyarakat mengakses layanan tersebut, salah satunya adalah melalui kanal layanan online Aplikasi Mobile JKN.

Melalui aplikasi ini, peserta JKN dapat dengan mudah mengakses layanan administrasi hingga mengakses layanan di fasilitas kesehatan, meliputi pengambilan antrean online, info peserta, info lokasi faskes, perubahan data dan berbagai fitur lainnya. **

Penulis: SumEditor: Haswandi Ashari
  • Bagikan