34 Rumah Sakit di Sulsel Turun Kelas

by
TURUN KELAS. RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba salah satu dari 34 rumah sakit di Sulsel yang turun kelas dari tipe B menjadi tipe C.

RSUD Syekh Yusuf Ajukan Nota Keberatan ke Kemenkes RI

REPORTER: FITRIANI – HENDRA
EDITOR: HASWANDI ASHARI

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Kementerian Kesehatan RI melakukan review 615 rumah sakit secara Nasional. Di Sulsel, 34 rumah sakit terdata harus turun kelas dari tipe B menjadi tipe C dan dari tipe C ke tipe D.

Khusus di wilayah Selatan Sulsel, tercatat ada tiga rumah sakit milik pemerintah daerah turun kelas. Ketiganya yakni RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, RSUD Syekh Yusuf Gowa dan Rumah Sakit Maryam Citra Medika Kabupaten Takalar.
Kasubag Humas dan Promkes RSUD Bulukumba, Gumala Rubiah mengatakan, turunnya kelas atau tipe rumah sakit dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) dan input data ankes yang juga belum terpenuhi.

Kata Gumala, hal itu mengacu ke Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. SDM penyelenggara layanan harus memahami standar-standar layanan publik, sehingga pengguna layanan (masyarakat) merasa dilayani dengan baik.

“Belum ada penetapan, cuma ada hasil review dari Kemenkes RI, kalau RSUD Bulukumba turun tipe bersama ratusan rumah sakit lainnya di Indonesia,” katanya, Kamis, 18 Juli 2019.
Terkait belum terpenuhinya SDM, kata Gumala, RSUD masih kekurangan dokter. “Kami akan berkonsultasi lagi dengan Kementerian terkait hal ini, karena sebenarnya sudah lama kami bermohon,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulukumba, Andi Ade Ariadi menyampaikan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak Kementerian Kesehatan terkait kendala SDM sehingga menjadi acuan perbaikan rumah sakit.
“Kita akan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk menanyakan apa yang menjadi dasar perbaikan kita di poin SDM yang dimaksud,” katanya.

Sementara itu, pihak RSUD Syekh Yusuf akan segera mengajukan nota keberatan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI).
Nota keberatan tersebut akan diajukan menyusul adanya penurunan akreditasi rumah sakit Syekh Yusuf dari tipe B ke tipe C.

Hal tersebut dibenarkan Direktur RSUD Syekh Yusuf dr. Salahudin. Ia mengaku kaget dengan adanya hasil rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit hasil review kelas Kementerian Kesehatan RI Tahun 2019 yang mencatat RSUD Syekh Yusuf turun ke tipe C.
“Iya benar ada penurunan akreditasi dari tipe B ke tipe C. Saya juga kaget, sebab saya menganggap bahwa saat ini RSUD Syekh Yusuf sudah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan oleh pemerintah,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis, 18 Juli 2019.

dr. Salahudin menduga salah satu penyebab penurunan kelas RSUD Syekh Yusuf karena adanya informasi atau laporan yang tidak utuh ke pusat dalam hal ini Kemenkes RI.
“Kami menduga ada laporan yang tidak utuh, baik itu sarana dan prasarana yang berkaitan dengan penilaian untuk penentuan tipe sebuah rumah sakit,” ujarnya.

Karena itu kata dia, pihaknya akan segera mengumpulkan semua data-data termasuk bukti-bukti di rumah sakit sebelum memasukkan nota keberatan ke Kemenkes.
“Kita kumpulkan dulu buktinya. Setelah itu kita akan ajukan nota keberatan ke Kemenkes RI terkait penurunan kelas RSUD Syekh Yusuf,” tutupnya. (*)