3 Rumah Hangus Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Dugaan korsleting listik kembali menjadi pemicu kebakaran yang menelan banyak kerugian material. Api menghanguskan tiga rumah di Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, sekira pukul 11.30 wita.

Kepala Satpol PP dan Damkar, Andi Baso Bintang mengatakan, tim Damkar yang bergerak dari Posko Dampang satu armada dan petugas kebakaran dari posko induk mengerahkan tiga unit mobil armada. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun tiga rumah ludes dilalap si jago merah.

“Laporannya karena angin kencang juga di lapangan dan juga yang terbakar ini semua rumah kayu,” jelasnya.

Berdasarkan hasil assesment dari Tim Tagana Bulukumba, keluarga yang menjadi korban yakni pasangan Risman (47 tahun) dan Nur Intan (42 tahun) yang tinggal bersama dengan anaknya Fitriani (22 tahun) dan Aila (15 tahun), serta ibunya, HJ Rabati (60 tahun). Korban kedua pasangan Safiruddin (47 tahun) dan Hasmawati (40 tahun) serta anaknya Sulfitra (18 tahun). Keluarga ketiga yakni pasangan Jafar (50 tahun) dan Saminang (50 tahun) beserta anaknya Ramli (20 tahun), Aprianto (19 tahun) dan Jumardi (18 tahun). Berdasarkan laporan lapangan dugaan pemicu kebakaran karena ada kosleting listrik.

Andi Baso Bintang menjelaskan, kasus kebakaran dengan dugaan korsleting listik menjadi pemicu paling banyak pada kasus kebakaran di Kabupaten Bulukumba. Karenanya, diharapkan masyarakat lebih meningkakan kewaspadaan dengan mengontrol instalasi jaringan listrik yang kurang aman.

Hari pertama kebakaran, Badan Amal Zakat (Baznas) Bulukumba, telah menyambangi keluarga korban untuk menyaluran bantuan. Logistik yang diberikan berupa bantuan pangan dan keperluan dasar lainnya. Selain itu ada sedikit uang tunai yang diberikan untuk membeli keperluan mendesak.

“Semuanya ludes, malah ada keluarga yang tidak bisa selamatkan apapun kecuali pakaian di badannya,” kata Ketua Baznas Bulukumba, Yusuf Sandy.

Saat ini, sejumlah relawan melakukan penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran. Untuk sementara, keluarga korban tinggal di tenda darurat yang dibangun Dinas Sosial Bulukumba. (jar)