Adnan Masuk Calon Penerima Penghargaan Anugerah Ki Hadjar

GOWA, RADAR SELATAN — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan masuk menjadi salah satu nominasi penerima penghargaan Anugerah Ki Hadjar 2019 dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Salam menyebutkan, penghargaan bergengsi itu akan diserahkan pada November 2019 mendatang di Jakarta oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
“Untuk pihak-pihak yang akan diberikan kami belum tahu kriterianya. Hanya saja Bapak Bupati Gowa mewakili kepala daerah yang akan menerima penghargaan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 20 Oktober 2019.
Menurut Salam, masuknya Bupati Adnan sebagai salah satu nominasi karena dari 42 dokumen penilaian yang dikirim ke nasional dianggap telah terpenuhi.
Beberapa indikator penting yang menjadi penilaian kata Salam, yakni soal komitmen dan kepedulian kepala daerah dalam mengembangkan daerahnya pada sektor pendidikan. Kemudian komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan delapan standar pendidikan.
“Jadi pertama soal standar pengelolaan yang mana dalam aspek management pengelolaan dan supervisi pendidikan.
Kedua, standar pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini meliputi guru, kepala sekolah, dan pengawas,” katanya.
Salam melanjutkan, hal ini pun masih menjadi penilaian terhadap bagaimana komitmen kepala daerah untuk pengelolaan standar pemenuhan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Selain itu, standar sarana dan prasarana yang cukup terlihat nyata dimana hampir seluruh event-event program pendidikan baik tingkat lokal maupun nasional, Kabupaten Gowa selalu ikut terlibat.
“Dalam hal ini baik itu sekolah yang ikut Adiwiyata maupun kesehatan seperti Sekolah Sehat. Bahkan pada sekolah sehat ini SMP 3 Sungguminasa akan kembali ikut bertanding di tingkat nasional,” ungkapnya.
Kemudian, standar pembiayaan. Poin terbesar yang menjadi perhatian dalam tim penilai yaitu pembiayaan pendidikan yang diberlakukan Pemkab Gowa karena adanya anggaran khusus untuk pendidikan gratis, adanya anggaran khusus untuk Satpol Pendidikan, dan anggaran khusus untuk program Imtaq
Kelima, standar isi atau materi kurikulum yang diberlakukan di setiap sekolah.
“Kita punya sentra edukasi, english camp, dan pembelajaran berbasis lingkungan dan ini semua yang masuk pada standar isi,” jelasnya.
Yang tak kalah pentingnya menurut Salam adalah standar proses. Dalam standar ini hal yang menitikberatkan yakni pada guru atau inovasi dan metode mengajar guru. Kemudian standar penilaian yang merujuk pada regulasi sistem pendidikan secara nasional. Ada juga standar kompetensi lulusan yang mana memiliki hubungan langsung dengan hasil ujian nasional dan lainnya.
“Beberapa standar nasional pendidikan ini telah kita penuhi secara minimal. Mari kita doakan agar bapak bupati kita bisa meraih penghargaan bergengsi dan terbaik ini dan menjadi kado paling indah untuk Kabupaten Gowa di Hari Jadi Gowa tahun ini, termasuk pula menjadi pendorong dalam mengangkat kualitas pendidikan kita,” tuturnya.
Penghargaan ini pun semakin bergengsi, pasalnya yang dilibatkan sebagai tim penilai yakni para pakar pendidikan dan guru besar di sejumlah perguruan tinggi terbaik dan ternama di tingkat Nasional. (hen/has)