Beranda Bulukumba Angka Kemiskinan di Bulukumba Turun

Angka Kemiskinan di Bulukumba Turun

Senin, 9 Desember 2019, 16:58 WITA

Tomy: Saya Belum Puas, OPD Harus Kerja Lebih Keras

EDITOR: SUNARTI SAIN

Advertisement

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Upaya Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam melakukan pengentasan kemiskinan mulai membuahkan hasil. Data yang dirilis BPS Provinsi Sulsel menunjukkan angka yang positif. Sesuai data Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Kota Tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, angka kemiskinan Kabupaten Bulukumba berada pada angka 7,26 persen atau mengalami penurunan dari 7,48 persen pada tahun 2018.

Data terakhir angka kemiskinan tersebut dipaparkan oleh Kepala BPS Sulawesi Selatan Yos Rusdiansyah dalam rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan yang dihadiri para Wakil Bupati/Walikota se Sulawesi Selatan, Senin 9 Desember 2019.

Dalam data BPS, tergambar Kabupaten Bulukumba berada pada posisi 7 besar paling terendah tingkat kemiskinannya setelah Soppeng (7,25), Luwu Timur (6,98), Wajo (6,91), Parepare (5,26), Sidrap (4,79) dan Makassar (4,28). Sementara angka kemiskinan paling tinggi ada di Kabupaten Jeneponto (14,88), kedua Pangkep (14,06) dan ketiga kabupaten Luwu Utara (13,60).
Yos Rusdiansyah menyebutkan, beberapa faktor penyebab kemiskinan yaitu akses yang sulit, minimnya fasilitas publik, kualitas SDM yang rendah, potensi wilayah, serta kondisi perekonomian suatu daerah.
Untuk menurunkan angka kemiskinan, tambahnya Yos, pemerintah daerah harus mengoptimalkan jaminan dan bantuan sosial yang ada sekarang ini.
“Selain itu harus berupaya meningkatkan kesempatan kerja dan produktivitas tenaga kerja,” imbuhnya.

Meski angka kemiskinan menurun, Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto yang hadir dalam rakor tersebut mengaku belum merasa puas dengan pencapaian tersebut. Olehnya itu, pihak akan terus berupaya melakukan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan melalui sinergitas lintas sektor.

“Intinya pelaksanaan program kegiatan dari OPD-OPD kita upayakan harus pro poor, pro job dan pro growth,” bebernya. Ia juga meminta semua OPD bekerja lebih keras lagi agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap program pemerintah. “Jangan silau dengan angka-angka, harus terus bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tukasnya. (***)