Beranda Bantaeng Babak Baru Kasus Pembunuhan Keluarga Sendiri

Babak Baru Kasus Pembunuhan Keluarga Sendiri

Rabu, 24 Juni 2020, 20:51 WITA

BANTAENG, RADAR SELATAN — Kasus pembunuhan sadis di Kabupaten Bantaeng kini memasuki babak baru. Kali ini, Kejaksaan Negeri Bantaeng meminta penyidik Polres Bantaeng untuk melengkapi berkas perkara lantaran belum dinyatakan lengkap atau P-18.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik telah menyerahkan berkas perkara kepada Kejaksaan Negeri Bantaeng atas kasus pembunuhan terhadap seorang remaja perempuan berinisial R (16) di Dusun Katabung, Desa Pa’taneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng yang terjadi pada Sabtu, 8 Mei 2020 lalu.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Bantaeng, Budi Setyawan menjelaskan bahwa berkas perkara yang telah diserahkan oleh Penyidik Polres Bantaeng kepada Jaksa tersebut dinyatakan berkas belum lengkap atau P-18 dan akan disusun petunjuk Jaksa untuk melengkapi berkas perkara atau P-19.

Budi menyebut, peluang adanya tersangka baru tidak menutup kemungkinan. Sebab jaksa melihat delik pasal yang dipersangkakan terhadap kedua tersangka lebih luas. Sehingga akan dilakukan pencarian fakta terkait siapa saja orang yang diduga turut serta melakukan pembunuhan tersebut selain dari yang telah ditetapkan oleh penyidik.

“Jaksa sedang mengkaji terkait siapa orang selanjutnya layak atau diduga melakukan, penempatan, pembiaran, menyuruh lakukan dan turut serta melakukan, sementara mengarah kepada orang-orang yang berada dekat dengan korban,” kata Budi Setyawan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 24 Juni 2020.

Dia menjelaskan, sebagaimana yang tertuang dalam delik pasal yang disangkakan yaitu melanggar Pasal 80 ayat (3) Juncto Pasal 76C Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Bahwa salah satu unsur delik dalam pasal tersebut adalah dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan pidana yang disangkakan, artinya rumusan delik pasal lebih luas,” katanya.

Dalam pembuktian juga masih diperlukan adanya tambahan keterangan saksi dari orang-orang yang pada saat insiden itu berlangsung, ada di lokasi kejadian.

Seperti diketahui, Polres Bantaeng telah menetapkan dua pelaku pembunuhan yang tak lain adalah keluarga sendiri. Kedua pelaku tersebut yakni RBD (30) dan SBD (20).

Pembunuhan itu terbilang sadis lantaran dilakukan oleh kakak kandung dan disaksikan kedua orang tua, serta anggota keluarga lainnya.

Bahkan sebelum eksekusi pembunuhan menggunakan sebilah parang, para pelaku sempat menyabet dua warga setempat dan menyandera seorang pemuda yang kebetulan melintas di TKP. (*/SID)