Bayang-bayang Gizi Buruk Hantui Resky Adelyia

* Dua Dokter Diagnosa Penyakit Berbeda

Dia bernama Resky Adelyia (8 Tahun). Warga Desa Allu Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Gadis belia ini berusia delapan tahun. Anak dari pasangan Bapak Sawala dan Ibu Sattuari.

Laporan: Muh. Siddiq Soleh Sandi

Resky merupakan salah satu korban penderita gizi buruk, yang kini kondisinya sudah sangat memprihatikan.

Penyakit itu membayang-bayangi kehidupannya. Sayangnya, kondisi ekonomi yang payah membuat orang tuanya tak bisa berbuat lebih. Namun bukan berarti tidak memperjuangkan kesehatan anaknya.

Sebelum menderita gizi buruk. Resky Adelyia awalnya divonis menderita penyakit P
paru-paru oleh dokter.

Karena penyakit itu, sempat menjalani pengobatan rawat jalan selama enam bulan di RS Labuang Baji, Kota Makassar.

Namun setelah berobat jalan. Tampak tak ada perubahan atas kondisi penyakitnya.

Sehingga pihak keluarga memilih agar Resky Adelyia dirawat inap pada RS Labuang Baji.

Saat dirawat dia ditangani oleh dokter berbeda, meski berobat pada RS yang sama.

Diagnosa dokter pun saat itu berubah, dari vonis penyakit paru-paru menjadi penyakit ginjal.

Pihak keluarga tetap tabah atas vonis dokter. Tetap berupaya mencarikan jalan kesembuhan anaknya.

Keluarga berobat bermodalkan kartu sakti JKN-KIS. Namun, keluarga mengeluh lantaran tidak semua obat yang harus dikonsumsi anaknya ditanggung oleh KIS.

Sehingga tetap harus mengeluarkan biaya tambahan. Yang berujung membuatnya putus asa dan memilih untuk pulang atas alasan terkendala biaya.

Keluarga ini sangat berharap uluran tangan pemerintah dan dermawan untuk biaya berobat anaknya.

Sebab, ayahnya hanya berprofesi sebagai penarik ojek becak motor (Bentor) di Kota Makassar.

Menurut informasi yang diterima dari Puskesmas Tino, bocah penderita gizi buruk ini tengah dirawat di RSUD Jeneponto. Meski begitu, ia tetap butuh uluran tangan.

“Sudah dirawat di RSUD Jeneponto, tapi tetap butuh uluran tangan,” kata Edy, mantan koresponden Tribun Timur yang telah berstatus ASN saat dihubungi. (*)