Beranda Bulukumba Berbelit, Keluarga Pasien Soroti Mekanisme Rujukan RSUD

Berbelit, Keluarga Pasien Soroti Mekanisme Rujukan RSUD

Senin, 24 Februari 2020, 17:54 WITA
Burhanuddin memperlihatkan kondisi perutnya yang mulai membengkak saat dirawat di IGD RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, kemarin.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HA Sulthan Dg Rajda Bulukumba kembali menuai kecaman. Kali ini dipicu ribetnya mekanisme rujukan dan dugaan penelantaran pasien.

Kondisi ini dialami oleh warga Dusun Batua, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Ujungloe, Burhanuddin. Pasien peserta BPJS Kesehatan mandiri ini didiagnosa mengidap penyakit usus buntu.

Advertisement

Anak pasien, Abd Rahman mengungkapkan, bapaknya pernah menjalani perawatan di RSUD Bulukumba selama tiga hari, sejak Rabu,19-Jumat, 21 Februari, atas rujukan Puskesmas Ujungloe. Lalu pihak rumah sakit melalui dr. Junaid mengarahkan untuk di rujuk ke rumah sakit karena pasien mengalami trombosit.

Ironinya, pasien tidak langsung dirujuk ke Makassar. Keluarga pasien diarahkan untuk kembali ke rumah kemudian ke Klinik Nurul, tempat praktik dr Junaid, guna meminta rujukan ke Makassar.

“Kenapa tidak langsung rumah sakit merujuk ke Makassar, kenapa harus lewat klinik lagi sementara pasien sudah ada di rumah sakit. Lagian klinik tertutup jadi harus menunggu tiga hari (sejak Jumat) baru bisa mendapat rujukan,” kesalnya, Senin 24 Februari.

Senin pagi kemarin, Burhanuddin terpaska kembali dilarikan ke rumah sakit karena terus menjerit kesakitan. Perutnya sudah mulai membengkak, namun lagi-lagi pihak rumah sakit tidak langsung memberikan rujukan sesuai pentunjuk awal dokter.

Pihak rumah sakit justru kembali melakukan observasi awal selama enam jam dan menunggu keputusan dr. Junaid hingga pukul 17.00 Wita.

“Diobservasi lagi padahal rumah sakit mengarahkan untuk dirujuk, alasannya karena dokter Junaid tidak ada, padahal sebenarnya bisa dilakukan rujukan oleh dokter jaga,” kesalnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bulukumba, dr. Rizla Ridwan Kappi yang dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejanggalan dalam penanangan pasien Burhanuddin. Pihaknya sementara melakukan kajian dan akan mengklarifikasi persoalan tersebut ke dokter yang menangani pasien, dr. Junaid.

“Ini sementara kami cari tahu apa masalahnya. Apalagi sudah pernah dirawat dan katanya petunjuk dokter pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Makassar,” terangnya.

Dokter Rizal menjelaskan, prosedur penanganan pasien di IGD sudah tepat, karena setiap pasien yang masuk harus tetap diobservasi. Namun yang jadi persoalan jika pasien sudah pernah dirawat dan diagnosa dokter yang menangani mengharuskan dirujuk ke rumah sakit di Makassar.

“Prosedurnya itu (rujukan, red) dari rumah sakit ke rumah sakit di Makassar, bukan dari klinik ke rumah sakit ke Makassar. Tapi ini sementara kita cari akar masalahnya. Tapi tadi (kemarin, red) sudah kita rujuk setelah dokter jaga berkoordinasi dengan dokter yang menangani (dr. Junaid, red), ” tutupnya.

Siang kemarin, akhirnya pihak rumah sakit memberikan rujukan kepada Burhanuddin setelah melalui proses komunikasi dan klarifikasi. Sementara pihak RSUD Bulukumba berjanji akan mengklarifikasi persoalan ini dan menyampaikan kepada publik. (*)

 

EDITOR: SUPARMAN