Brimob Petakan Desa Rawan Konflik

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Dalam rangka meminimalisir tingkat kerawanan pada Pilkades serentak yang akan dilaksanakan hari ini, Kamis, 5 Maret 2020. Brimob Batalyon C Pelopor Polda Sulsel diturunkan untuk memback up pengamanan pilkades dari tanggal 3 hingga 7 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan Danyon C Pelopor Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan. Ia menerangkan jika berdasar pada pemetaan rawan konflik saat pilkades serentak di 64 desa di sembilan kecamatan di Bulukumba, ada 22 desa yang dinilai rawan terjadi konflik.

“Ada 22 desa yang diindikasi memiliki potensi kerawanan konflik. Apalagi tahapan saat ini telah memasuki tahapan penentuan yaitu masa tenang dan tahap pemungutan suara,” ujar Ichsan, Rabu, 4 Maret 2020.

Untuk mengantisipasi adanya kerawanan pihak Brimob Bone telah menyiapkan pasukan PHH (Penindakan Huru Hara) yang nantinya akan dilibatkan dalam pengamanan Pilkades.

Menurut Ichsan, berdasarkan Surat dari Kapolres Bulukumba No. B/166/II/2020 tanggal 27/02/20 Tentang permintaan BKO standar PHH lengkap Brimob Polda Sulsel, dalam surat ini menerangkan bahwa Pemerintahan Kabupaten Bulukumba akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak dan membutuhkan pengamanan dan perkuatan dari Brimob Polda Sulsel.

“Kami dari Batalyon C memerintahkan Pasi Operasional Yon C Pelopor untuk menyiapkan sebanyak 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) pasukan dengan perlengkapan PHH lengkap yang dipimpin oleh Danki Penugasan Iptu Darfin Tahrir dalam hal ini Kabupaten Bulukumba merupakan wilayah “Back Up” Batalyon C Pelopor,” katanya.

Saat ini lanjut dia, para personel Brimob yang bertugas melakukan BKO, telah berada di Kabupaten Bulukumba untuk menyiapkan sejumlah persiapan dibawah perintah Kapolres Bulukumba. Sebelum melepas pasukannya, Danyon C Pelopor mengaku memberikan beberapa arahan penting, antara lain menjaga netralitas sebagai anggota Polri yang melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

“Sebagian personel yang kita tugaskan ke Kabupaten Bulukumba merupakan putra daerah termasuk Danki Penugasannya hal ini dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi dengan Kewilayahan maupun dengan masyarakat Bulukumba, titip saya fokus untuk pengamanan, jangan coba-coba tidak netral,” pungkasnya. (faj/has