Bupati Gowa Cari Solusi Naikkan PDRB

by
Kepala KPP Pratama Bantaeng, Agus Kuncara (kemeja putih) bersama Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Selasa, 12 Maret 2019.

GOWA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan saat ini sedang mencari solusi untuk dapat menaikkan Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gowa.
Menurutnya, jumlah penduduk di Kabupaten Gowa hingga kini mencapai 700 ribu lebih jiwa. Meski demikian, terdata 25 sampai 30 persen penduduk Gowa ini hanya pulang ke Gowa untuk tidur sedangkan untuk mencari nafkah atau bekerja mereka beraktivitas di Kota Makassar.
“Persoalan ini yang mengakibatkan Kabupaten Gowa sulit menaikkan PDRB. Makanya kita sementara mencari solusi agar PDRB di Gowa bisa kita naikkan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa, 19 Maret 2019.

Bupati Adnan mengatakan ada sekitar 700 ribu lebih penduduk Gowa, namun 30 persen bekerja di Makassar bukan di Gowa. Rata-rata penduduk Gowa yang menghuni sejumlah perumahan seperti Citraland, Royal Spring, perumahan yang bertebaran di Pallangga, Barombong, Pattalassang, Samata dan Bontomarannu, itu semua rata-rata warganya melakukan produktivitasnya di Makassar.

“Itulah salah satu kendala kita. Masyarakat di Gowa memilih bekerja di Makassar karena daerah tersebut merupakan kawasan perkotaan yang terdapat banyak aktifitas perekonomian di dalamnya. Makanya perhitungan PDRB tidak masuk di Gowa. Itulah kendala kita mengapa kita sulit menaikkan PDRB. Rata-rata warga bekerja di Makassar dan bahkan belanjanya pun di Makassar,” ungkap Adnan.

Adnan pun berharap data terkait hal tersebut bisa diperkuat untuk para pimpinan SKPD terus diupdate supaya bisa berstimulus sedikit demi sedikit.
“Karena itu, pemerintah kabupaten pun komitmen menetapkan tahun 2019 sebagai tahun infrastruktur agar pihak luar bisa berinvestasi di Gowa. Inilah juga sebabnya mengapa kita dorong supermarket Giant buka di Gowa agar orang Gowa itu bisa belanja kebutuhan rumah tangganya tidak lagi di supermarket di Makassar. Jadi kita pelan-pelan mulai tarik satu demi satu supaya orang tidak lagi belanja ke Makassar sehingga uangnya berputar di Gowa,” pungkasnya. (hen/has)

Loading...