Di Tengah Kepanikan Covid-19, Musim Hajatan Masih Berlangsung

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Sejumlah masyarakat resah dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang masih berlangsung di perkampungan. Hajatan, baik acara perkawinan ataupun sunatan digelar di tengah kepanikan pandemi corona virus (covid-19).

Musdalifa, warga Kecamatan Herlang membeberkan banyaknya resepsi pernikahan dan juga hajatan lainnya tetap dilangsungkan. Kegiatan seremoni termasuk lomba domino juga tak ketinggalan. Parahnya selain tak membuat jarak antara satu dan lainnya, warga juga abai dengan penggunaan masker.

“Seharusnya pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan itu melakukan pendekatan agar masyarakat paham apa itu corona. Mereka tetap santai seakan tidak terjadi apa-apa, malah tetap antar pengantin ke Makassar, tidak lama pengantin dari Makassar juga di antar ke sini (Bulukumba),” katanya.

Informasi corona dari media elektronik, menurut Musdalifa tidak cukup menjadi acuan bagi masyarakat untuk paham protokol keselamatan dari serangan virus corona. Dia berharap ada informasi lanjutan dari pemerintah kecamatan diteruskan ke desa dan kelurahan terkait kondisi terkini dan juga informasi yang lebih lokal untuk membuat masyarakat memahami ancaman di depan mata.

Tindak lanjut pencegahan penyebaran Covid-19, berdasarkan surat edaran Bupati Bulukumba nomor 188.6/781/PEM yang keluar sejak 17 Maret lalu seakan tak indahkan. Padahal di antaranya yang menjadi penekanan adalah penundaan sementara kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Kadis Kominfo, Daud Kahal mengatakan, video himbauan bupati telah disebarkan ke seluruh pengurus masjid, Baznas, Camat, kepala desa dan kelurahan. Imbauan juga gencar dilakukan di radio dan saluran televisi lokal.

“Di media sosial melalui akun resmi Pemkab Bulukumba, juga telah dilakukan. Ini bukan cuma tugas pemkab,” katanya.

Sementara itu, imbauan dari Polri juga telah dikeluarkan pada 19 maret terkait kepatuhan pada kebijakan pemerintah dalam penganangan penyebaran covid-19 yang bergerak cepat. Poin ke dua mengisyarakatkan untuk tidak mengadakan kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri. (jar/has