Diancam Sajam, Staf Desa Lapor Polisi

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Erna Finarti (34), salah satu staf Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba terpaksa mempolisikan salah seorang warga inisial RA di Polres Bulukumba. Lantaran merasa terancam akan dibunuh.

Insiden pengancaman itu terjadi pada Kamis 28 Mei 2020 lalu, tepat di Kantor Desa Paenre Lompoe.

Korban menceritakan, sebelum pengancaman terjadi, sepuluh orang pria yang merupakan rekan RA mendatangi Kantor Desa Paenre Lompoe.

“Mereka mau bertemu dengan kepala desa, hanya saja kepala desa waktu itu sedang terima tamu. Setelah tamu pergi, RA beserta rekannya kembali bertemu dengan kepala desa,” ujar Erna Finarti, Minggu, 30 Mei 2020.

Ternyata, kedatangan RA dan rekannya sempat membentak-bentak tujuan meminta seluruh staf desa untuk berhenti atau mengundurkan diri.

“Jadi warga ini menemui pak kades, dan dari dalam ruang pak kades warga ini meminta staf diberhentikan. Dia (Kepala desa-red) hanya mampu menjelaskan jika seluruh staf desa telah terikat dengan aturan. Pemberhentian staf harus sesuai undang-undang yang berlaku,” terangnya.

Tak terima dengan jawaban Kades, RA keluar sambil teriak menggunakan kata kasar. RA yang tersulut emosi, sempat membanting dua buah kursi yang ada dalam ruangan tersebut.

Lalu, RA menarik sebilah senjata tajam jenis badik yang diarahkan kepada seluruh staf Desa Paenre Lompoe waktu itu.

“Disitu kami diancam menggunakan senjata tajam berupa badik. RA bakal menikam kami jika masih berkantor esok hari,” beber dia.

Kasat Reskrim AKP Berry Juana Putra mengaku bakal melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. “Nanti kita mintai keterangan terkait pelapor dan terlapor,” katanya. (faj/has/)