Beranda Bulukumba Diduga Ada Pungli di Pendataan Bantuan Usaha KUMKM

Diduga Ada Pungli di Pendataan Bantuan Usaha KUMKM

Senin, 4 Mei 2020, 13:33 WITA

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN –Pendataan bantuan untuk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) terdampak Covid 19 tengah berlangsung. Diduga ada pungutan liar dalam prosesnya dengan menarik nominal uang secara bervariasi.

Masyarakat dari Kelurahan Kalumeme yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan, pada proses pendataan, warga diminta membayar Rp 20.000 perorang. Pembayaran disetor pada oknum instansi yang menangani yakni Dinas Koperasi dan UMKM Bulukumba yang turun langsung ke lapangan.

“Saya heran mauki dibantu baru dimintai uang untum didata,” ungkapnya, kemarin.

Keluhan yang sama juga dilayangkan oleh warga Manjaling yang mempertanyakan pembayaran Rp 20.000 sampai Rp 30.000 perkepala yang dipertanyakan di pihak desa. Pengutan juga diduga terjadi di lingkup Kecamatan Bulukumpa dengan pembayaran Rp 10.000 per orang dengan dalih pembeli tinta.

Kadis Koperasi dan UMKM Bulukumba, Taufiq yang dikonfirmasi menegaskan tidak ada pembayaran pada pendataan bantuan. Agar pendataan lebih cepat dan lebih tepat sasaran maka didelegasikan ke pemerintah kecamatan.

“Dalam mekanismenya, tidak ada bayar-berbayar dalam pendataan. Pendataannya dari desa atau kelurahan ke kecamatan lalu kami verifikasi berkasnya,” tegasnya.

Bantuan, kata Taufiq persyaratannya telah disampaikan ke pemerintah lurah dan desa. Mereka yang termasuk dalam kategori UMKM dengan usaha ekonomi produktif, misalnya pembuat kue atau tukang jahit. Penerima juga diharapnya memiliki izin usaha.

“Asumsinya 4.000  unit usaha tapi dalam prosesnya bisa kurang atau lebih dari angka itu. Pendataan kita sampai pada 5 Mei, selanjutnya tahap verifikasi,” katanya. (jar)