Disperindagkum Bersama Bulog Selayar Gelar Pasar Murah

  • Whatsapp

SELAYAR, RADAR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkum) kerja sama dengan Bulog menggelar pasar murah di Kantor Disperindagkum, Kamis (21/5/2020).

Pasar murah ini dibuka dua hari hingga Jumat (22/5). Demikian diungkapkan oleh Kadis Perindagkum Drs. Hisbullah Kamaruddin.

Read More

Meski hanya menjual satu jenis bahan pokok saja yakni gula pasir, namun harganya cukup terjangkau yaitu harga eceran tertinggi (HET) 12.500 rupiah per kilo. Sementara harga eceran di luar mencapai dikisaran 17 hingga 18 ribu rupiah.

Terpantau, kantor pembantu cabang bulog Selayar, menyiapkan sekitar lima ton gula siap di jual di Kantor Disperindagkum.

“Karena di Bulog itu ada beberapa jenis bahan pokok, jadi kita berharap ke depan ini, bukan hanya gula saja, tetapi termasuk beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya,” kata Kadis Perindagkum Kepulauan Selayar.

Agenda tersebut kata dia bukan merupakan agenda tahunan, tetapi nanti ketika pemerintah daerah meminta ke pihak Bulog.

“Tetapi karena kita melihat kondisi saat ini sangat dibutuhkan untuk operasi pasar, maka pemerintah daerah menyurat ke Bulog dan meminta untuk melakukan pasar murah,” jelas Hisbullah.

Kadis Perindagkum mengemukakan bahwa kupon yang disiapkan itu disesuaikan dengan stok gula dari Bulog. Dikatakan meski dibuka untuk umum, namun pasar murah tersebut terpantau didominasi oleh masyarakat menengah ke bawah.

Dengan kegiatan ini, Kadis Perindagkum berharap dapat meringankan beban masyarakat apalagi di bulan ramadan dan jelang Idul Fitri terlebih berada pada kondisi pandemi covid-19.

“Untuk kebutuhan pokok menghadapi lebaran Idul Fitri 1441 H masih mencukupi. Dari hasil pemantauan kami, ketersediaan bahan pokok sampai selesai Idul Fitri masih cukup,” terangnya.

Sementara staf Kantor Cabang Pembantu Bulog Selayar Sherly Wulandari membenarkan bahwa total gula pasir yang disiapkan itu sebanyak lima ton. Menurut Wulandari, karena antusias masyarakat cukup tinggi, sehingga pasar murah ini dibuka pagi dan sore.

“Satu kupon itu kita batasi maksimal empat kilo gram saja. Awalnya sampai lima kilo, tapi dikhawatirkan banyak masyarakat tidak kebagian maka kita batasi sampai empat kilo saja,” tutur Wulandari. (*)

Penulis : | Editor :

Related posts