DP3A Latih Tim Pendamping Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

by
cof

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bulukumba melakukan pembekalan terhadap  20 pendamping kasus kekerasan perempuan dan anak, Selasa 8 Oktober di Aula DP3A Bulukumba.  Para pendamping kasus terdiri dari berbagai lembaga lintas sektor yang selama ini aktif melakukan pendampingan dan penanganan kasus di Bulukumba.

Kepala DP3A Kabupaten Bulukumba, Umrah Aswani mengatakan, saat ini DP3A sudah memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) yang melakukan pendampingan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.  “Meski tidak siap secara anggaran, tapi TRC sudah bekerja  dan terus bergerak melakukan pendampingan kasus perempuan dan anak,” ujar Umrah saat membuka Pembekalan Tim Pendamping Kasus.

Hadir dalam pembekalan tersebut, Meisy Papayungan, Kepala UPT P2TP2A Provinsi Sulsel. Meisy memuji langkah maju DP3A Bulukumba yang terus melakukan inovasi dalam perlindungan anak dan perempuan di wilayah  Bulukumba.

Menurut Meisy, setiap daerah memang memiliki potensi sendiri-sendiri dalam hal pemberdayaan dan perlindungan anak dan perempuan. “Ada yang kuat dalam pendampingan dan penanganan kasus, ada juga yang menonjol di bidang perencanaan.”

Bulukumba sendiri menurut Meisy jauh lebih maju dibanding daerah lain. Dengan segala keterbatasan, DP3A Bulukumba berhasil memenuhi berbagai indikator pencapaian Kabupaten Layak Anak dan Anugerah Parahita Ekapraya.

Khusus mengenai TRC, Meisy berpesan agar semua tim pendamping kasus memiliki pengetahuan dan perspektif yang baik tentang perempuan dan anak. “Tim pendamping harus bisa menangani kasus yang makin hari makin variatif,” ujarnya. Kenapa TRC penting? Karena TRC-lah yang menjadi mata dan telinga DP3A untuk perlindungan perempuan dan anak.

Meisy menyebut ada lima tipe kekerasan pada anak dan perempuan. Ada kekerasan fisik, kekerasan seksual, eksploitasi, kekerasan psikis, dan menelantarkan. “Siapa yang bisa melaporkan kasus kekerasan ini? Bisa korban, keluarga korban atau siapa saja yang mengetahui adanya tindak kekerasan,” tegasnya. (rdr)

 

 

 

 

Loading...