DPRD Gowa Keluarkan Rekomendasi Penggunaan Rapid Test Merk Vivadiag Dihentikan

 

GOWA, RADAR SELATAN–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa mengeluarkan rekomendasi agar penggunaan alat rapid test merk Vivadiag dihentikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Gowa, Andi Tenri Indah usai menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan sejumlah anggota DPRD Gowa yang menghadirkan Dinas Kesehatan Gowa di Ruang Rapat Paripurna DPRD Gowa, Senin 11 Mei 2020.

Menurutnya, alat rapid test tersebut diminta dihentikan dan ditarik karena ada indikasi tidak kualified dan cenderung menunjukkan hasil yang tidak akurat.

“Itu rekomendasi kami (DPRD Gowa). Kami meminta pihak Dinkes untuk menarik alat rapid test merk Vivadiag. Kami juga minta jajaran Dinkes lebih proaktif lagi melakukan sosialisasi terkait alat rapid test yang rekomendit termasuk fungsinya,” jelas legislator Gerindra ini.

Dalam RDP soal rapid test ini, sejumlah anggota dewan sempat angkat bicara khususnya kekuatiran mereka terpapar Covid-19 saat beredar kabar jika hasil rapid test mereka menunjukkan reaktif.

Kabar tersebut mencuat di publik melalui salah satu media online, bahwa hasil rapid test 20 anggota DPRD Gowa reaktif dan kemudian melakukan rapid test kembali di tempat lain dan hasilnya non reaktif membuat jajaran DPRD Gowa melakukan pemanggilan terhadap Dinas Kesehatan Gowa untuk dimintai penjelasannya.

Menyikapi kabar tersebut, Kabid P2P Dinkes Gowa, dr Gaffar yang hadir saat RDP mengatakan, bahwa pihaknya
tidak bertanggungjawab kenapa hasil rapid test terpublish di media.

“Kami juga tidak tahu menahu kenapa terpublis di media. Sepertinya sudah panjang lebar kami jelaskan tadi, dan menurut kami tidak ada yang perlu dikonfir lagi, semua sudah clear,” ujarnya. (*) Hendra.