Empat Figur Bakal Calon di Pilkada Bulukumba 2020 Terima Rekomendasi

* Tiga Dapat Surat Tugas

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba semakin dekat, namun hingga kini belum satupun kandidat yang telah cukup mendapatkan rekomendasi partai untuk maju bertarung.

Seperti diketahui untuk Pilkada Bulukumba, figur yang hendak maju melalui jalur partai setidaknya harus mengantongi rekomendasi partai sekurang-kurangnya delapan kursi.

Data yang dihimpun RADAR SELATAN, hingga kini baru ada  empat kandidat yang telah mengantongi rekomendasi baik sebagai calon bupati dan wakil bupati, mereka adalah H. Askar HL dengan mengantongi rekomendasi PPP sebagai calon bupati, iapun telah memiliki calon wakil yakni Arum Spink yang tak lain legislator DPRD Provinsi Sulsel.

Kemudian ada nama Tomy Satria Yulianto yang juga Ketua NasDem Bulukumba, meski masih menunggu sikap NasDem terkait arah rekomendasinya, namun orang nomor dua di Bulukumba ini, justru telah mengantongi dua rekomendasi partai yakni PDIP dan PBB, iapun akan maju bersama calon wakilnya, Andi Makkasau alias Krg Lompo.

Selanjutnya untuk tiga figur lainnya yang baru mengantongi surat tugas partai, yakni ada nama Andi Zulkarnain Pangki (AZP) legislator DPRD Bulukumba tiga periode ini telah mengantongi surat tugas dari DPP PAN, selanjutnya surat tugas juga telah dikantongi, Andi Hamzah Pangki, mantan Ketua DPRD Bulukumba ini, juga masuk dalam jajaran figur calon bupati terkuat di Pilkada Bulukumba.

Terakhir, baru-baru ini surat tugas dikeluarkan Partai Hanura untuk Hj. Hilmiaty Asip, salah satu kandidat perempuan yang juga disebut akan memberikan warna dalam pertarungan Pilkada Bulukumba. Hj. Hilmiaty sendiri adalah mantan Anggota DPRD Bulukumba dua periode, bahkan pada Pileg 2019 lalu, ia maju di DPRD Provinsi Sulsel dari Dapil V, kendati tak berhasil duduk namun raihan suaranya cukup signifikan.

Menyikapi hal itu, Pengamat Politik dan Dosen Ilmu Sosial dan Politik STISIP Sinjai, Dr. Hermansyah kembali menjelaskan jika sudah menjadi hal yang biasa jelang pendaftaran di KPU, satu persatu figur mulai berguguran dan beberapa diantaranya tetap fight hingga mendapatkan rekomendasi maju bertarung.

“Menjelang babak akhir promosi dan penentuan kursi partai pengusung, memang banyak yang bakal calon berguguran, banyak buang handuk sebelum masuk ke pintu KPU, karena, pertama bakal calon tidak memiliki kursi pendukung partai sebagaimana disyaratkan oleh KPU, kedua tidak adanya pasangan yang tepat dan saling menguntungkan dan juga terkadang perjanjian antar partai pendukung tidak menemui kesepakatan,” paparnya, Kamis, 27 Februari 2020.
(faj/has/

 

REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: HASWANDI ASHARI