Beranda Bulukumba Empat Tersangka Resmi Ditahan

Empat Tersangka Resmi Ditahan

Jumat, 18 Januari 2019, 9:26 WITA

* Proyek Beton Poros PPI

BULUKUMBA, RADARSELATAN.CO.ID — Empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi jalan beton di poros menuju Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonto Bahari resmi ditahan, Rabu, 16 Januari 2019.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Berry Juana Putra mengatakan, ke empat tersangka ditahan usai diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Advertisement

“Ke empat tersangka langsung kita tahan usai diperiksa. Ke empatnya terbilang kooperatif dengan pemeriksaan,” kata Berry Juana Putra, Kamis, 17 Januari 2019.
Mantan Kasat Narkoba Polres Pinrang ini membeberkan ke empat tersangka masing-masing berinisial ISR Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), HA Ketua Kelompok Kerja (Pokja), FA pelaksana penyedia dan SP selaku konsultan pengawas. Ke empat tersangka saat ini telah ditahan di sel tahanan Polres Bulukumba untuk menjalani proses lebih lanjut.

Ke empat tersangka kata Kasat Reskrim, akan dikenakan pasal 2 atau pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU RI nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
Sementara itu Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan menjelaskan, ke empat tersangka yang sementara menjalani proses penahanan yakni dua Aparatur Sipil Negara (ASD) dan dua masyarakat sipil.

Kapolres mengatakan, proyek jalan beton poros PPI Bonto Bahari berawal dari temuan BPK Perwakilan Sulsel tahun 2016. Oleh pihak-pihak terkait tidak ada niat mengembalikan temuan BPK Sulsel itu sehingga penanganannya ditangani Penyidik Tipikor Polres Bulukumba.
“Ditemukan fakta penyimpangan pada tahap pelelangan dan pelaksanaan yang menyebabkan kerugian negara sebesar 783.309.242.76 (tujuh ratus delapan puluh tiga juta tiga ratus sembilan ribu dua ratus empat puluh dua koma tujuh puluh enam rupiah) dari total nilai anggaran sebesar Rp 1.441.500.000 (satu miliar empat ratus empat puluh satu juta lima ratus ribu rupiah). (*)

REPORTER: MUH. IRWAN
EDITOR: HASWANDI ASHARI