Logistik Kurang, KPU Bantaeng Masih Tunggu Hasil Rapat Plano KPU RI

by

BANTAENG, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — KPU Kabupaten Bantaeng belum mendistribusikan keseluruhan logistik Pemilu 2019 untuk Kecamatan Bantaeng.

Menurut Komisioner KPU Bantaeng, Hamzar, belum didistribusikan logistik di 118 TPS di kecamatan tersebut, lantaran pihaknya masih menunggu formulir C1 Plano dari KPU RI.

“Kita masih menunggu C1 Plano untuk DPRD Provinsi Sulsel Dapil IV. Kalau logistik lain itu sudah ready siap angkut,” katanya saat ditemui di kantor KPU Bantaeng, Selasa, 16 April 2019.

Dia pun mengatakan, kiriman formulir C1 Plano dari KPU RI sudah tiba. Kendati demikian itu masih kurang dari permintaan yang diajukan.

“Ada yang datang tapi masih kurang, tadi pagi baru 14 set C1 Plano yang datang. Ini kita masih komunikasi terus dengan KPU Provinsi. Satu set itu isinya 18 lembar,” paparnya.

Logistik yang baru datang ini, kata Hamzar, bakal didistribusikan secepatnya ke TPS yang jaraknya sangat jauh.

“Khusus untuk kecamatan Bantaeng, Jadi 14 set yang datang tadi pagi itu, langsung didistribusikan ke yang jauh dulu di Kelurahan Onto, TPS Desa Kayu Loe karena itu jauh, kita prioritaskan dulu,” paparnya.

Selain itu dia juga menyebut, instruksi terakhir dari KPU Provinsi Sulsel yaitu menunggu hasil keputusan rapat pleno dari KPU RI.

“Informasi terbaru dari KPU Provinsi itu, menunggu hasil pleno KPU Pusat,” ungkapnya.

Seperti diketahui formulir C1 Plano sangat penting dalam tahapan pencoblosan 17 April mendatang. Formulir itu digunakan nantinya ketika proses perhitungan suara. Hamzar pun mengatakan, kemungkinan terburuk jika saja form isian itu tidak kunjung tiba, maka dengan terpaksa penundaan perhitungan suara, tetapi itu berdasarkan instruksi KPU Provinsi.

“Opsi lainnya, untuk antisipasi yah bisa dicetak sendiri. Tapi kita masih menunggu keputusan, karena kan sudah dilaporkan kekurangannya. Lagipula kalau cetak sendiri, tidak ada pos anggaran untuk itu. Hitung saja, 118 TPS dikali satu set C1 Plano yang isinya 18 lembar kemudian dikali biaya percetakan totalnya 15 ribu rupiah. Itu jumlahnya lumayan besar (puluhan juta rupiah),” jelasnya.

Hingga saat ini, KPU Bantaeng belum bisa mengambil langkah taktis untuk pengadaan formulir C1 Plano. Bagi Hamzar, hal itu harus ada koordinasi dengan KPU Provinsi. (SID)