Gaung Kencang PAN Reformasi Usai Hanafi Rais Mundur dari PAN

  • Whatsapp

JAKARTA, RADAR SELATAN — Hasil Kongres PAN yang memenangkan Zulkifli Hasan sebagai Ketum di Kendari pada Februari lalu berujung panjang. Kubu Amien Rais yang saat Kongres mengusung Mulfachri Harahap-Hanafi Rais terus menggaungkan pembentukan partai baru alias PAN Reformasi.

Zulkifli Hasan menang telak dalam Kongres PAN pemilihan ketum yang digelar di Kendari, Sultra, pada 11 Februari 2020. Kongres PAN tersebut merupakan pertarungan antara kubu Zulkifli dan Amien Rais. Dari 565 suara, Zulkifli berhasil mendapatkan 331 suara.

Read More

Terpilih sebagai ketum PAN untuk periode kedua, Zulkifli merombak susunan partai. PAN tidak lagi mengakomodir Amien yang sebelumnya mendapat kursi Ketua Dewan Kehormatan. Kini, PAN digawangi trio Ketum Zulkifli Hasan, Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) Hatta Rajasa, dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Soetrisno Bachir.

Pecah kongsinya Amien Rais dan Zulkifli Hasan disebabkan karena perbedaan pilihan usai Pilpres 2019 lalu. Amien Rais tak mau PAN berada di barisan pendukung Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin. Sementara Zulkifli Hasan ingin PAN masuk Koalisi Indonesia Maju.

“Arahan dari Bang Zul sudah jelas. PAN all out mendukung pemerintah. Kita lakukan ini semata-mata karena ingin Pak Jokowi sukses membawa Indonesia semakin maju di periode kedua beliau,” ungkap Wasekjen PAN Rizki Aljupri yang mengaku telah mendapatkan arahan dari Zulhas mengenai sikap PAN tersebut, Jumat.

Meski Amien Rais tak mendapat kursi lagi di PAN, dua putranya diberi posisi yang cukup strategis. Hanafi Rais ditunjuk sebagai wakil ketua umum, sementara Mumtas Rais yang merupakan menantu Zulkifli dipilih menjadi Ketua DPP. Mumtaz sendiri diketahui tidak berada di kubu keluarga kandungnya dan memilih mendukung mertuanya, Zulkifli Hasan.

Hampir tiga bulan setelah Kongres, Hanafi Rais menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan PAN dan keanggotaannya di DPR dari Fraksi PAN. Kabar mundurnya Hanafi diketahui dari surati bermaterai atas nama dirinya.

Dalam surat bertanggal 5 Mei 2020 tersebut, Hanafi mengungkap kekecewaannya atas hasil Kongres PAN. Dijelaskan dalam surat itu, Hanafi Rais menaruh harapan dan berikhtiar agar PAN bisa menegakkan keadilan untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan kader pasca-kongres. Hanafi pun disebut kehilangan harapan dengan PAN yang mayoritas pengurusnya diisi oleh pendukung Zulkifli itu.

“Kita semua tahu bahwa PAN telah melewati proses kongres yang sarat dengan kekerasan dan mencoreng wajah partai sendiri,” demikian kutipan surat yang mengatasnamakan Hanafi itu.

Hanafi Rais menilai PAN melewatkan momentum untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap. Hanafi merasa tidak bisa lagi berada di dalam jajaran kepengurusan PAN saat ini karena PAN mendekat ke pemegang kekuasaan.

“Kecenderungan melakukan konformitas terhadap kekuasaan, sekalipun didahului dengan kritik, bukan sikap yang adil di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan PAN menjadi antitesis dari pemegang kekuasaan,” tulis Hanafi.

Pengunduran diri Hanafi dari kepengurusan PAN ditanggapi sinis oleh saudara kandungnya, Mumtas Rais. Hanafi disebut tengah baper politik. Sementara itu, DPP PAN masih berharap Hanafi mengurungkan niatnya dan siap mengajak untuk berdiskusi mencari solusi bersama.

“Mas Hanafi mungkin ada hal-hal yang ingin disampaikannya, poin-poin penting untuk membesarkan partai, yang dijalankan secara bersama. Ada yang sudah dikerjakan Mas Hanafi di fraksi, itu kan berkesinambungan. Setelah PSBB ini, kita harap lebih tenanglah. Kita harap Mas Hanafi insyaallah masih tetap akan di PAN,” ujar Ketua DPP PAN Saleh Daulay, Rabu (6/5). (rdr)

 

Penulis : | Editor :

Related posts