Radar Selatan

1

Hj. Nirfawana, Pengusaha Bulukumba Bersedia Dipoligami dengan Syarat Khusus

BULUKUMBA, RADAR SELATAN – Kabar pernikahan Hj. Nirfawana di Bulukumba menjadi perbincangan banyak pihak. Sebagai pengusaha, Nirfawana dikenal punya pergaulan yang luas. Keputusannya menerima pinangan A. Syamsir dan dipoligami oleh owner Klinik Ruqyah Ainun Syam ini dianggap Aji Nir, sapaan akrabnya, sebagai jalan takdir.

Kepada RADAR SELATAN, perempuan yang aktif di beberapa organisasi seperti Srikandi Pemuda Pancasila Bulukumba ini mengungkapkan alasannya  bersedia dipoligami.

Praktek poligami banyak menjadi bahasan dalam kajian Islam. Tapi hanya beberapa saja yang mampu melakukannya.

Di Bulukumba, Selasa 3 Maret 2020 berlangsung pernikahan poligami yang cukup meriah. Pengantin yang berbahagia itu adalah Hj. Nirfawana dan A. Syamsir. Proses mengantar pengantin pria ke kediaman pengantin wanita untuk ijab Kabul pun dilakukan oleh istri pertama, Juspiani dan anak-anaknya.

“Alhamdulillah ini jalan takdir yang saya jalani karena Allah. Tentu ada hikmah di balik semua ini,” kata Nirfawana yang tidak pernah menyangka menikah dengan seorang ustaz dan istri pertama yang datang sendiri melamar untuk suaminya.

Nirfawana bercerita saat proses lamaran, ia tidak berada di rumah. Ia sedang berada di Makassar dan taaruf dengan seorang ustaz dari Polman. “Saya benar-benar tidak tahu kalau ummiku di rumah sudah menerima pinangan. Sementara saya sendiri sedang melakukan taaruf dengan orang lain,” ungkapnya.

Kejadian tersebut membuatnya benar-benar percaya bahwa jodoh sudah diatur oleh sang pencipta.

Nirfawana mengaku selalu berdoa di setiap salat malam agar diberikan jodoh seorang yang saleh, seorang ustaz. Ia sendiri tidak masalah jika harus menjadi istri kedua, asal istri pertama ridho dan ikhlas.

Ada syarat khusus yang ia sering sampaikan, bahwa suaminya haruslah seorang yang mapan dan tampan. “Heheheh saya memang selalu bilang begitu. Saya tidak pernah sangka takdir memposisikan saya dalam syariat ini. Makanya bagi saya, tidak boleh ada yang terzolimi agar pernikahan tetap dalam rangka ibadah. Kerelaan istri pertama mutlak bagi saya,” tegasnya. “Semoga ini menjadi ladang pahala bagi kamu semua sekeluarga,” sambungnya.

Nirfawana sadar bahwa keputusan untuk dimadu akan melahirkan banyak komentar. Tapi ia bersyukur keluarga besarnya mendukung dan anak-anaknya ikut hadir dalam prosesi pernikahannya. “Anak-anak saya yang sekolah di Jakarta datang semua. Mereka orang-orang paham agama dan tahu yang terbaik untuk ibunya,” tutur owner Martabak Chantik ini.

Saat ini Nirfawana mengaku lebih memperdalam ilmu agama bersama sang suami. Ia sendiri tetap tinggal di rumahnya, terpisah dari istri pertama yang juga tinggal di rumahnya sendiri.

Dari sang suami ada 10 anak, enam dari istri pertama, dan empat dari istri kedua. Sementara Nirfawana memiliki lima anak dari pernikahan sebelumnya. “Kalau Allah masih kasih rezeki untuk punya anak lagi. Insya Allah ya. Doakan saja,” katanya tersenyum. (rdr)

 

 

 

 

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!