Radar Selatan

Hiburan

Incumbent Berkinerja Buruk Bakal Lengser

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Pengamat politik asal Kabupaten Bulukumba, Anis Kurniawan menilai ada tren menarik dalam politik Indonesia yakni adanya espektasi publik yang cenderung menghendaki kebaruan.

 

Trend kekalahan incumbent dari pilkada ke pilkada di semua daerah mengalami peningkatan drastis. “Ini bermakna kuat bahwa pemilih cenderung menaruh harap pada pendatang baru. Yang pada sisi lain, pemilih juga semakin kritis untuk menghukum incumbent yang tidak menunjukkan kinerja baik di periode kepemimpinannya,” jelasnya.

 

Tren tersebut, menurut pria asal Batukaropa itu, berpotensi meledak di Pemilu 2019. Ini ditandai dengan tiga hal. Pertama, basis pemilih pemula, millenial dan pemilih usia produktif sangat besar sebagai imbas dari bonus demografi. Lapisan pemilih ini sangat kritis dalam menilai, sebagian politik dan hanya menyalurkan aspirasinya pada politikus yang sungguh-sungguh meyakinkan nalar politiknya.

“Pertimbangan politik lapisan ini juga menghendaki kebaruan dan otentitas pada aktor politik yang dipilihnya,” ujar penulis buku Demokrasi di Sarang Penyamun itu, Kamis, 17 Januari 2018.

 

Kedua, lanjut Anis, kemunculan aktor-aktor baru dalam pemilu adalah ancaman nyata bagi incumbent. Terutama mereka caleg muda, misalnya adalah orang-orang yang merepresentasi pola berpikir berbeda dan baru. Mereka berpeluang bisa lebih mengakomodasi kehendak publik mayority.

Ketiga, tambah Anis, kegagalan kebanyakan incumbent dalam lima tahun sebelumnya akan dihukum pada pemilu 2019. Mereka yang mengandalkan strategi lama akan digusur oleh model-model pemenangan baru yang lebih akseleratif.

 

“Incumbent cenderung menggunakan pola lama sementara konteks dan dinamika politik sudah berbeda,” tambahnya. (jar/has/B)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!