Iswar Harisa Affandi, Pemuda Bulukumba yang Tampil di Ajang Seni Internasional di Italy

by
TAMPIL. Iswar Harisa Affandi asal Kabupaten Bulukumba yang tampil di ajang International Dance and Vocal Contest.

UKM Seni Tari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membawa Indonesia di ajang International Dance and Vocal Contest. Salah satu pesertanya, Iswar Harisa Affandi yang berasal dari Kabupaten Bulukumba.

Laporan: Anjar Sumyana Masiga

Sebanyak 34 peserta dari berbagai negara di dunia tampil di ajang Internasional Dance and Vocal Contest dalam tema “All Colours of Art” yang berlangsung 1 hingga 4 November 2019 di San Marino, Italy.


Di antaranya peserta berasal dari Bulgaria, Latvia, Greece, France, Ukraine, Romania, Russia dan Indonesia yang berhasil meraih juara dua dan membawa pulang medali perak. Indonesia diwakili UKM Seni Unhas tampil memukau di panggung dunia.

Dari Indonesia, terdiri 12 penari, salah satunya Iswar Harisa Affandi yang akrab disapa Iswar. Pria yang hobi menari itu berasal dari keluarga sederhana di Bulukumba.

Iswar tinggal di pesisir Bentenge, di Kecamatan Ujung Bulu. Ayahnya Darman Syamsuddin, merupakan nelayan yang sehari-hari menghabiskan waktunya mencari ikan di laut. Dan ibunya Marlia hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Anak ke tiga dari empat bersaudara itu di lingkungannya dikenal sebagai pemuda yang kreatif. Selalu punya ide untuk dikembangkan, namun sejak kuliah, dia banyak menghabiskan waktu di kota daeng. Dia tercatat sebagai mahasiswa jurusan Hukum di Unhas.

“Dia itu pantang menyerah. Sesuatu yang dia yakini akan dia perjuangkan termasuk dalam seni, dia banyak meluangkan waktu berlatih,” ujar pamannya, Ochan Munir.

Tim UKM Seni Unhas berjumlah 21 orang yang didampingi langsung oleh pembinanya, Laode Asrul dan Eddyman Waliman Ferial, Nurwahidah Amin Thalib, beserta Wakil Ketua Harian Dekranasda Provinsi Sulsel, Andi Oci Akepuddin. Tim terdiri dari 12 penari, 4 pemusik beserta koreografer yaitu Matt Azmar Ali dan penata musik Andi Musawir Kamil.

Mereka berproses lebih dari enam bulan, mulai dari tahapan seleksi, latihan, penggalangan dana hingga keberangkatan membawa nama Indonesia. Tim tersebut diketuai Andi Ainun Ni’ma. (*)

Loading...