Kartini Bulukumba Bicara Makna Hari Kartini

by

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Gagasan dan pemikiran RA Katini memang tak pernah mati. Hingga ini apa yang ditulis dan diperjuangkan RA Kartini menginspirasi kaum perempuan di Indonesia, tak terkecuali perempuan di Bulukumba.

  1. Siti Isniyah, Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba

Memaknai sosok RA Kartini dalam jiwa seorang perempuan di antaranya menanamkan sikap perjuangan pantang menyerah. Paling tidak ini yang menginspirasi Ketua TP PKK Bulukumba, Siti Isniyah. Ia memaknai Hari Kartini sebagai momen untuk memperjuangkan pendidikan yang berkualitas bagi kaum wanita. Memperjuangkan kesetaraan dalam berbagai aspek. Perempuan harus berpengetahuan dan berwawasan luas.
“Entah berkarier di luar rumah, atau menjadi ibu rumah tangga, perempuan harus cerdas. Kaum perempuan harus berkualitas agar bisa mendidik generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa,” ujar Siti Isniyah yang juga ASN di Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba.

Istri dari Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto ini menilai memperingati Hari Kartini tidak hanya sekadar dimaknai dengan busana, seperti yang umum dilakukan dalam peringatan Hari Kartini. Peringatan Hari Kartini harus lebih dari peragaan busana kebaya. Dalam peringatan Hari Kartini kaum perempuan seharusnya dapat menciptakan gagasan yang mampu memberikan inspirasi.
“Bukan juga pada karier yang menjulang tinggi, tapi bagaimana kita melahirkan dan membentuk jiwa-jiwa anak bangsa yang penuh dedikasi baik untuk negara dan bagi agamanya sendiri. Saya kira itu harapan dan gagasan yang diperjuangkan oleh Kartini,” tegas Ketua Forum Kajian Cinta Alquran ini.

2. Umrah Aswani, Kadis  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Bulukumba

Tak jauh berbeda, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bulukumba, Umrah Aswani memaknai Hari Kartini dengan mengenang perempuan yang ditetapkan sebagai Pahlawan Indonesia sesuai Kepres RI No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. Makna dari peringatan itu baginya adalah mengobarkan perjuangan yang pantang menyerah untuk memajukan kaumnya. Kaum perempuan.
“Itu yg harus kita pegang kuat untuk kita wariskan ke generasi kita. Perjuangan kita sekarang adalah pengejawantahan dari semangat Kartini,” katanya.
Perwujudan semangat Kartini dalam diri kita, kata Umrah adalah menyiapkan generasi bangsa yang sehat, berpendidikan, maju, mandiri dan berdaya saing. Dengan demikian, kelak bangsa ini dapat berdiri tegak, kuat dan kokoh dibawah kendali putra dan putri terbaik bangsa.

3. Elisabeth Manggabarani, Sekretaris KPU Bulukumba 

RA Kartini telah berjuang mempelopori emansipasi wanita. Bagi Sekretaris KPU Bulukumba, Andi Elisabeth Manggabarani, perjuangan tersebut harus dilanjutkan sesuai perkembangan zaman. Antara lain, di era modern ini harus dibuktikan bahwa persamaan gender sekarang memberikan peluang bagi kaum perempuan untuk melakukan aktualisasi diri dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu melakukan apa yang kaum pria lakukan, dalam hal ini menduduki posisi strategis dan mencapai puncak karier sama seperti laki-laki.

“Perempuan tidak boleh ketinggalan, namun satu hal yang tidak boleh kita abaikan bahwa sehebat apapun karier perempuan dia adalah seorang ibu rumah tangga dan ibu dari anak-anaknya di mana dia harus mampu membagi waktunya. Persoalan membagi waktu bukan dari segi kuantitas tapi lebih pada kualitas. Ini juga yang coba saya lakukan sekarang,” ungkap Elisabeth.

Bekerja di KPU dengan segala tekanan dan beban kerja yang tidak mengenal waktu membuat Elisabeth belajar banyak hal. Tanggung jawab mensukseskan Pemilu menurutnya menjadi alasan ia tak pernah berkeluh-kesah. Waktu untuk keluarga jelas berkurang. Namun sebagai ibu ia tetap
mampu membagi waktu yang berkualitas untuk keluarga.

“Untungnya sekarang ruang komunikasi itu sangat mudah, jadi komunikasi dengan keluarga lancar. Kerjannya juga tetap jalan,” jelasnya.

Tak hanya meniti karier. Bagi Elisabeth, memaknai Kartini masa kini, yang paling urgent yang dilakukan adalah menjaga marwah sebagai seorang seorang wanita, sebagai seorang ibu, dan sebagai seorang istri.

4. Hj. Aminah Syam, Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba

Anggota DPRD Bulukumba, Hj. Aminah Syam mengatakan hal yang sama. Ia mengaku kiprahnya selama ini merupakan jejak Kartini di masanya. Hj. Aminah Syam juga memberi jejak lebih terang pada proses pemberdayaan perempuan di Bulukumba. Memunculkan perempuan-perempuan yang cerdas dan berjiwa petarung.
“Momen Hari Kartini kita maknai bahwa perempuan mampu berkiprah di mana saja. Intinya perempuan harus sehat, cerdas, bertakwa, berbudi luhur dan aktif memberikan peran terbaik mereka bagi kemajuan bangsa,” katanya. ***

 

Penulis: Anjar S. Masiga

Editor: Sunarti Sain

Loading...