Karyawan PT. Lonsum Mogok Kerja

by
MOGOK KERJA. Karyawan PT. Lonsum Tbk Palangisang Estate mogok kerja lantaran menuntut nilai bonus dibayarkan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Perusahaan Ancam Beri Sanksi Pekerja

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Ribuan karyawan PT. Lonsum Tbk Palangisang Estate mogok kerja. Mereka menuntut bonus dibayarkan seperti tahun-tahun sebelumnya dengan bonus gaji 3 persen dan dibayarkan gaji mereka selama 3 bulan terakhir ini.

Salah satu karyawan PT. Lonsum, Suprapto menjelaskan, jika perusahaan memberikan gaji bonus tidak layak dan selama 3 bulan ini hanya memberi gaji satu bulan dengan bonus 0,75 persen saja.
“Dimana sebelumnya, intensif tiga persen sekarang di kurangi 2.25 persen menjadi 0.75 persen selama 3 bulan terakhir ini, yakni gaji pokok satu bulan Rp 2.647.700 berkurang menjadi Rp 2.008.875.
“Sedangkan seharusnya yang diterima upah gaji pokok dan insentif selama tiga bulan yakni Rp 7.943.100,” bebernya.

Lanjut Suprapto, pihaknya mengaku akan terus memperjuangkan gaji insentif 3 persen itu dan tak akan berhenti mogok kerja sebelum menerima kepastian dari manajer PT. Lonsum.
Coor Coom PT. Lonsum Tbk, Himas Puspito kepada RADAR SELATAN membenarkan kondisi tersebut. Kata dia, situasi dan kondisi industri perkebunan baik secara global maupun lokal belakangan ini memang mengalami tantangan yang sangat berat.

Harga-harga komoditas perkebunan (termasuk di dalamnya karet) turun drastis sehingga berdampak pada keuangan perusahaan. Kondisi ini terjadi di semua perusahaan perkebunan tidak terkecuali PT. Lonsum.

Kendati demikian, PT. Lonsum tetap berkomitmen dengan mengikuti aturan ketenagakerjaan perihal peningkatan kesejahteraan karyawan termasuk pemberian bonus tahunan.
“Namun pemberian bonus tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan,” jelasnya, Selasa, 16 Juli 2019.

Dalam hal tersebut, pihak Direksi PT. Lonsum juga telah mengeluarkan memorandum pada tanggal 05 Juli 2019 dengan nomor 034/HR-IR/VII/2019 yang disebarluaskan kepada karyawan untuk bersama-sama memaklumi kondisi keuangan perusahaan.

“Lewat memorandum tersebut juga telah disebutkan bahwa pemberian bonus akan dilaksanakan pada 15 Juli 2019, sementara besarannya disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan,” katanya.
Menyikapi memorandum tersebut pihak manajemen PT. Lonsum di Estate Palangisang dan Pabrik Karet Palangisang kemudian melaksanakan pertemuan bipartit dengan perwakilan pekerja dari PUK SPSI pada tanggal 13 Juli 2019.

“Dalam kesempatan itu, PT. Lonsum meminta agar karyawan tidak melakukan aksi mogok ataupun slow down strike atau aksi-aksi lainnya yang akan dapat merugikan perusahaan,” paparnya.
Lanjut dia, pihak perwakilan pekerja disaat yang sama juga telah menyatakan memaklumi kondisi keuangan perusahaan di tengah fenomena ekonomi saat ini. Pihak pekerja bahkan juga menyepakati untuk tidak melakukan aksi-aksi yang merugikan perusahaan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, PT. Lonsum melalui HR akan menindak tegas karyawan yang ketahuan melakukan aksi-aksi yang terbukti telah menyebabkan kerugian di pihak perusahaan.
“Kami mengimbau kepada pekerja di Palangisang Estate dan Palangisang Crumb Rubber Factory untuk kembali beraktivitas dan bekerja seperti biasa demi meningkatkan produktivitas perusahaan,” tukasnya. (faj/has)