Kasus Kekerasan terhadap Anak Paling Tinggi di Bulukumba

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bulukumba menonjol dari kasus lainnya. Hal itu terungkap pada konferensi pers Polres Bulukumba yang menyebutkan jumlah kasus gangguan Kamtibmas sepanjang 2019 yang mencapai 978 kasus.

Dari keseluruhan kasus yang masuk di Polres Bulukumba, kasus kekerasan terhadap anak tercatat ada 63 selama 2019.   Jumlah ini meningkat dari 38 kasus di 2018. “Jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang masuk di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba meningkat dari tahun sebelumnya. Kelihatannya kesadaran untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap anak sudah mulai ada ,” ujar Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan.

Secara keseluruhan, dari jumlah kasus Kamtibmas, mampu terselesaikan 814 kasus. Trennya menurun dibanding pada 2018 yang mencapai 1.142 kasus Kamtibmas. “Gangguan Kamtibmas itu terdiri dari kejahatan konvensional, kejahatan transnasional dan kejahatan terhadap kekayaan negara,” ungkap Syamsu Ridwan, pada konferensi pers yang berlangsung di Aula Polres Bulukumba, 31 Desember 2019.

Hanya saja ia mengakui dari kasus tersebut, yang menonjol yakni kekerasan anak di bawah umur yang mencapai 63 kasus. Meningkat dari 2018 lalu yang hanya 38 kasus. Penyelesaian kasus kekerasan anak juga hanya mencapai 75 persen atau 36 kasus. Kendalanya, proses penyelesaian membutuhkan waktu yang lama dengan penyelesaian diversi khusus untuk pelaku anak yang masuk dalam kategori anak berhadapan hukum (ABH).

“Kadang diversi hingga 4 kali pertemuan, terkhusus pelaku di bawah umur itu mengutamakan penyelesaian kasus di luar pengadilan tapi kalau pelakunya orang dewasa tetap lanjut prosesnya dan hukumnya berat,” ujar Kasat Reserse, AKP Bery Juana Putra.

AKBP Syamsu Ridwan kembali menjelaskan, terkait kasus kekerasan anak umumnya pelaku adalah orang dekat korban. Misal dalam kasus kekerasan seksual anak, pelaku rata-rata bukan orang jauh. Tetapi orang dekat korban seperti paman, tetangga dll. Untuk mengurangi kasus, pihaknya banyak melakukan sosialisasi pada pihak terkait baik dari unit PPA dan organisasi pemerhati perempuan dan anak di Bulukumba untuk lebih mengutamakan pencegahan. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat yang menemukan kasus kekerasan anak untuk tidak apatis dan bersikap responsif sehingga dapat segera ditangani.

“Contohnya kemarin ada anak 10 tahun dirantai orang tuanya yang sudah berlangsung bertahun-tahun, karena tempat sekitar atau tetangganya tidak ada yang melaporkan, makanya lama baru ketahuan. Saya berharap masyarakat jangan berdiam diri jika menemukan kasus kekerasan terhadap anak. Segera laporkan dan kami akan tangani,” tegasnya.

Selain kekerasan pada anak, Data Kamseltibcar Lantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas) pada Tahun 2019 juga mengalami peningkatan hingga 105 perkara.  Di 2018 yang hanya 469 perkara di 2019 sebanyak 572 perkara. Meninggal dunia meningkat 5 orang dari 60 orang menjadi 65 orang, luka berat menurun dari 82 orang menjadi 53 orang, luka ringan masih menonjol 514 orang menjadi 688 orang. ***

 

Data Gangguan Kamtibmas Selama 2019:

Jumlah Kasus : 978

Terselesaikan: 814 kasus

Kekerasan Terhadap Anak: 63 kasus

Data Kamseltibcar Lantas 2019:

Jumlah Kasus: 105 Perkara

Meninggal Dunia: 65 Orang

Luka Berat: 53 Orang

Luka Ringan: 688 Orang

 

Sumber: Polres Bulukumba

Penulis: Anjar S. Masiga