Kasus Penganiayaan Dishub Gowa Berujung Damai

 

GOWA, RADAR SELATAN–Kasus penganiayaan yang dialami oleh honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gowa di Pos Pengamanan Covid-19 pada Jum’at, 8 Mei 2002 akhirnya berujung damai.

Kesepakatan damai tersebut setelah korban penganiayaan bernama Lukman Harun Pure (45) mencabut laporannya di Polres Gowa pada malam Sabtu, 9 Mei 2020.

“Iye memang ada insiden pemukulan oleh anggota Dishub Makassar kepada anggota Dishub Gowa. Kasusnya sudah ditangani okeh Polres Gowa dan malam ini pihak korban sudah mau damai dan bersedia menarik laporannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Gowa, Firdaus kepada Radar Selatan, Minggu, 10 Mei 2020.

Menurutnya, keputusan damai ini atas keinginan sendiri si korban dan tentu pihak Dishub Gowa mendukung hal tersebut.

“Itulah yang terbaik. Sebab Dishub Makassar dan Gowa sama-sama di lapangan dalam hal pengaturan arus lalin terutama di batas kota,” ujarnya.

Dirinya pun berharap dengan jalan damai ini tidak ada lagi kesalah pahaman diantara kedua instansi tersebut.

“Dengan kejadian ini pula tentunya akan menjadi pelajaran bagi kami untuk senantiasa menjalin kerjasama antara dishub Gowa dan makassar dalam melaksanakan tugas-tugas di lapangan,” harapnya.

Sementara itu, kasus penganiyaan diketahui terjadi saat korban Lukman tengah berjaga di Pos Pengamanan Covid-19 perbatasan Gowa-Makassar, Jalan Tun Abd Razak.

Sementara pelaku AS (39) yang diketahui sebagai salah satu pegawai di Dinas Perhubungan Kota Makassar hendak keluar di salah satu Alfamidi.

Namun saat diberhentikan oleh seorang saksi, AS tidak tidak menerima lalu mendekati saksi tersebut dan terjadi adu mulut.

Melihat kejadian tersebut, korban lalu datang dan hendak melerai.

“Namun pelaku emosi kemudian melakukan penganiayaan dengan cara memukul bibir korban dan mencekik leher yang mengakibatkan korban mengalami luka gores pada bibir dan leher,” kata Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan.

“Polres Gowa akan tegas kepada siapa pun yang melakukan tindak pidana khususnya kepada para petugas yang sementara beraktivitas melaksanakan tugas di lapangan,” tegasnya. (*) Hendra.