Beranda Bulukumba Kawasan Bira Kembali Buka, Pengunjung Wajib Pakai Masker

Kawasan Bira Kembali Buka, Pengunjung Wajib Pakai Masker

Minggu, 14 Juni 2020, 18:47 WITA
HITS. Jembatan kaca di Titik Nol kawasan wisata Bira kini jadi spot paling digemari untuk swafoto.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN – Kawasan Wisata Bira kembali dibuka setelah tutup selama tiga bulan lebih akibat pandemi virus Corona. Pengunjung rata-rata masih wisatawan lokal dengan jumlah kunjungan 500 orang selama weekend, Sabtu dan Minggu 14 Juni 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, Ali Saleng mengungkapkan, sejak dibuka kembali, semua pengunjung yang masuk di kawasan Bira, harus mengenakan masker.

“Alhamdulillah, kami terus memantau situasi di Bira. Selama dua hari ini pengunjung masih didominasi wisatawan lokal. Okupansi hotel dan penginapan juga masih minim, baru 10 persen saat weekend ini,” ujar Ali Saleng saat dihubungi RADAR SELATAN, Minggu 14 Juni 2020.

Ali Saleng memastikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 tetap dikedepankan. “Pemkab menyediakan Posko Covid-19 di Bira dan memastikan semua pengunjung patuh untuk tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Salah satu spot paling hits saat ini yang menjadi destinasi wisatawan adalah Jembatan Kaca di Titik Nol. “Iya benar rata-rata yang datang tujuannya ke Jembatan Kaca di Titik Nol. Mungkin karena masih baru jadi semua masih penasaran,” kata Ali Saleng.

Pada Jumat 12 Juni, Bupati Bulukumba AM Sukri Andi Sappewali melakukan peninjauan langsung di kawasan wisata Bira bersama Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, H. Rijal dan

Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bulukumba.

Pada hari itu, Bupati Bulukumba juga melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha di kawasan wisata Bira, termasuk pedagang, pengusaha hotel maupun pengelola cafe di Same Resort Tanjung Bira.

“Kita sepakat kawasan wisata Bira kembali dibuka, namun pelaku usaha harus mengikuti dan menerapkan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” kata AM Sukri Sappewali.

Penerapan standar protokol kesehatan itu, tambahnya untuk menjaga keselamatan pengunjung, pengelola usaha itu sendiri dan keluarganya. Ia meminta para pelaku usaha disiplin menerapkan protokol tersebut seperti, menyiapkan cuci tangan atau hand sanitizer. Semua pengunjung juga harus pakai masker, para karyawan atau petugas hotel harus menggunakan face shield dan sarung tangan jika memberikan pelayanan makanan dan minuman. (rdr)