Kebakaran Hutan Makin Meluas

by
PADAMKAN API. Pemadam kebakaran Bantaeng berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar.

BANTAENG, RADAR SELATAN — Selama sepekan terakhir, sedikitnya puluhan hektare hutan kawasan mengalami kebakaran. Puluhan hektare itu terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa serta di wilayah hutan di Kabupaten Bantaeng.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Jeneberang II, Muh. Amri memprediksi di musim kemarau ini, hutan kawasan telah terbakar sekira belasan hingga puluhan hektare.

Menurut Amri, kebakaran itu terjadi diduga karena adanya pembersihan lahan dengan pola pembakaran yang tidak terkendali.

“Jadi dugaan kami saat ini kebakaran itu terjadi  akibat pembersihan lahan atau kebun dengan cara membakar,” kata dia.

Amri menyebut, pihaknya pernah membuat satu posko jaga dan antisipasi kebakaran di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Hanya saja setelah posko tersebut dihentikan, kebakaran mulai lagi terjadi.

Bukan hanya posko, tahap sosialisasi menghindari karhutla atau kebakaran hutan dan lahan ini juga sudah dilakoni.

Pada tahap sosialisasi itu, bahkan dihadiri semua pihak, baik pengamanan di tingkat desa (Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas), camat hingga perangkat desa seperti kepala dusun dan masyarakat.

Bahkan pihaknya dan TNI juga telah memasang papan bicara untuk mengimbau agar tidak asal membakar di hutan dan lahan.

“Saya sudah tidak tahu lagi harus berbuat dan melakukan apa agar masyarakat bisa paham. Mulai dari sosialisasi sampai pada pemasangan papan imbauan kami telah lakukan, tapi kenyataannya masih saja terjadi kebakaran hutan yang disebabkan oleh kelalaian masyarakat,” ketusnya.

Ironisnya, kata Amri, kebakaran terjadi di lokasi yang dipasangkan papan berisi imbauan tersebut. “Saya anggap ini sudah keterlaluan, ditempat papan himbauan itu kami pasang justru disitu titik kebakaran itu terjadi,” ungkapnya kesal.

Ia berencana bakal mengidentifikasi oknum yang membakar sembarangan ini untuk diberikan shock terapi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dengan harapan ada kesadaran untuk tidak lagi membakar hutan.

“Saya berharap nantinya yang dilakukan itu bukan hanya sekedar ketegasan saja dalam bertindak, akan tetapi memang perlu diberikan efek jera kepada para pelaku yang menyebabkan kebakaran hutan kawasan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Iksan Parawansa menyebut, karhutla yang diperkirakan terjadi sejak Senin, 21 Oktober 2019 di Kecamatan Tompobulu ini meliputi kawasan Rappoala dan Rappolemba.

“Sejak kemarin malam saya berada di lokasi. Data terakhir yang kita peroleh di Rappolemba kawasan yang belum padam apinya diperkirakan puluhan hektare,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, Oktober 2019.

Iksan menyebutkan, pihak BPBD Gowa dibantu Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jenneponto, Manggala Angi Paralangloe, TNI-POLRI, bersama masyarakat setempat terus bahu membahu memadamkan api.

Ia pun menghimbau masyarakat setempat agar mengevakuasi diri masing-masing ke rumah para kerabat atau tetangga dan masjid yang jauh dari lokasi kebakaran tersebut.

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tompobulu, Kabupaten Gowa dibantu Manggala Agni Parangloe masih berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan hutan Gunung Lompobattang di Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. (hen-sid/has)

Loading...