Beranda Jeneponto Kematian Dua Pria di Jeneponto Motif Asmara

Kematian Dua Pria di Jeneponto Motif Asmara

Kamis, 25 Juli 2019, 18:32 WITA

JENEPONTO, RADAR SELATAN — Dua warga Dusun Batu Le’leng, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, meninggal dunia setelah insiden yang berujung maut pada Rabu pagi, 24 Juli 2019 sekira pukul 05.00 Wita.

Adalah Bisa Daeng Kulle (70) tahun tega menghabisi nyawa Mappa Daeng Ngence (65), yang tak lain adalah tetangganya sendiri, lantaran api cemburu menguasai pelupuk hatinya.
Tragedi tragis itu terjadi karena Daeng Ngence diduga menjalin asmara dengan istri Daeng Kulle. Tak ayal, hal itu lantas memantik emosi, memancing Daeng Kulle untuk berbuat di luar nalar.

Advertisement

Saat itu, Daeng Ngence berada depan rumahnya, selepas mencari ikan. Sempat terlibat sedikit cekcok hingga akhirnya Daeng Kulle yang dipenuhi dendam membara menghunuskan parang tajamnya. Seketika korban tak berdaya dan tewas.
Daeng Kulle, pelaku sekaligus korban amukan massa juga ikut tewas berselang beberapa jam insiden mengerikan itu terjadi.

Berdasarkan keterangan polisi setempat, warga yang geram pun langsung menghakimi.
Belasan warga menghantam Daeng Kulle hingga tak berdaya. Euforia warga yang geram atas pembunuhan terhadap Daeng Ngence yang dilakukan Daeng Kulle, mengakibatkan sekujur tubuhnya luka parah.

Daeng Kulle mengalami luka pada bagian leher, pelipis sebelah kiri, dada sebelah kanan, lengan tangan, pada bagian punggung. Pantas saja korban meninggal dunia.
Kapolsek Bangkala, Iptu Bahtiar pun tak mampu meredam emosi warga. Sehingga meminta bantuan Polres Jeneponto untuk penanganan TKP.

Sekitar pukul 08.15 Wita, puluhan Personel Polres Jeneponto akhirnya tiba di TKP. Mereka dipimpin langsung Kabag Ops Polres Jeneponto, Kompol Mahmud. Saat tiba, langsung mengamankan Daeng Kulle yang sudah terluka dan masih dikerumuni masyarakat setempat. Kemudian segera melarikan ke RSUD Lanto Daeng Pasewang guna mendapatkan perawatan medis.

Nahas bagi Daeng Kulle yang tak bisa lagi tertolong setelah dirawat di RSUD tersebut. Hal itu dikatakan Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul dalam pesan WhatsApp, Kamis, 25 Juli 2019.
“Pelaku menghembuskan nafas terakhirnya saat mendapat perawatan di RS,” kata dia. (sid/has)