Koper JHI Asal Bulukumba Beranak Pinak

LAPORAN: MUHAMMAD YUSUF SHANDY

MAKKAH, RADAR SELATAN — Momentum pelaksanaan ibadah haji tak hanya dimanfaatkan oleh Jemaah Haji Indonesia (JHI) untuk menunaikan ibadah haji semata, tetapi juga untuk belanja pakaian, perlengkapan salat, oleh-oleh dan lainnya.

Akibatnya, barang bawaan jemaah haji melebihi kapasitas yang telah disiapkan oleh maskapai penerbangan, yaitu 39 kilogram per jemaah.

Kelebihan bagasi tak hanya dialami oleh JHI asal Bulukumba, tetapi juga oleh jemaah-jemaah lainnya dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Untuk menyiasatinya, para jemaah memanfaatkan jasa pengiriman barang atau cargo yang memang banyak ditemukan di sekitar Makkah.

Untuk mengirim barang dari Makkah menuju kota-kota di Indonesia, termasuk di Sulawesi, biayanya antara 13 hingga 16 riyal Saudi per kilogram setara Rp 52.000 hingga Rp. 64.000 per kilogram.
Menurut Abdullah, salah seorang karyawan yang sehari-hari bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi internasional menyatakan, barang yang dikirim dari Makkah akan sampai ke Bulukumba dalam jangka waktu antara 20 hari hingga 25 hari, dengan menggunakan jalur udara.
“Kalau menggunakan laut, bisa mencapai dua bulan,” ujarnya.

Menurutnya, barang yang paling banyak dikirim jemaah adalah pakaian pribadi dan keperluan pribadi, seperti karpet, panci, peralatan tidur dan semacamnya. (ria/has)