KPU Siap Uji Aplikasi E-Coklit

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulukumba akan menguji aplikasi E-Coklit, yang tak lain aplikasi terobosan KPU Makassar.
Aplikasi yang dinamakan E-Coklit bakal difungsikan saat KPU menggelar pencocokan dan penelitian data pemilih di Pilkada 2020.
Komisioner KPU Bulukumba, Wawan Kurniawan mengatakan, aplikasi tersebut adalah pengembangan yang dilakukan KPU Kota Makassar. Bahkan jika disetujui KPU RI, E-Coklit buatan KPU Makassar bisa dipakai di seluruh Indonesia.
“Ini akan kita uji coba aplikasi, karena kemungkinan besar akan digunakan untuk tingkat nasional. Tanggal 14 dan 15 Mei ini kami akan uji dengan mengambil sampel 2 TPS untuk bahan uji  masing masing ada di Kasimpureng dan di Desa Bukit Harapan,” terangnya, Rabu, 13 Mei 2020.
Untuk memudahkan uji E-Coklit, KPU akan menggandeng Anggota  PPK yang saat ini masih sementara dinonaktifkan. Ke depan jika aplikasi ini telah disetujui, maka kemungkinan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih(PPDP) tidak akan lagi secara langsung bertemu dengan calon pemilih tetapi akan menggunakan RT sebagai informan dalam proses pemutakhiran data pemilih.
“Jadi aplikasi ini semangatnya adalah menyesuaikan dengan kondisi akibat adanya pandemi covid 19. Jadi sementara proses penyusunan PKPU sebagai dasar dalam proses pelaksanaan makanya sekarang KPU RI memerintahkan untuk menggelar uji coba dulu di tingkat lokal,” tambahnya.
Wawan menambahkan, aplikasi ini berfungsi memudahkan metode pendataan dan pemutakhiran data pemilih. Selama ini prosesnya dilakukan secara manual, sedangkan E-Coklit mengubahnya menjadi sistem digital. Jadi nantinya data dari pengguna aplikasi ini akan terhubung langsung ke server KPU pusat.
“Aplikasi ini mempergunakan smartphone dan terkirim langsung ke server KPU RI sehingga informasi tentang daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada serentak dapat diketahui secara tetap dan akurat,” jelasnya.
Fungsi lainya adalah, aplikasi dirancang untuk menghindari DPT siluman, dengan penggunaan aplikasi ini maka segala bentuk kecurangan soal data pemilih bisa diminimalisir. Termasuk soal data DPT siluman.
“Dengan aplikasi ini juga data-data siluman, data-data ganda dan sejenisnya terhapus sehingga data KPU akan lebih baik lagi dan lebih akurat lagi,” tukasnya. (faj/has