Beranda Bulukumba Lecehkan Tetangga, Pria Dilaporkan ke Polisi

Lecehkan Tetangga, Pria Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 14 Juli 2020, 14:59 WITA

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Aksi pelecehan seksual dialami seorang perempuan warga Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang berinisial Ul. Pelakunya tak lain adalah tetangganya sendiri berinisial Ta.

Peristiwa yang terjadi pada tnggaal 2 Juni 2020 tersebut telah dilaporkan ke Polres Bulukumba. Namun hingga kini kasus tersebut belum menemui titik terang.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Bulukumba, Bripka Ajis Safri, yang dikonfirmasi mengaku pihaknya telah memanggil terlapor.

“Kemarin sudah kami undang terlapornya, dan undangan kami titip ke pelapor untuk diserahkan ke pemerintah setempatnya,” ujarnya, saat dihubungi via pesan WhatsApp, Selasa 14 Juli 2020.

Setelah dilakukan proses pemeriksaan menurutnya, kemudian akan dilakukan gelar perkara.

“Karena kalau selesai pemeriksaan atau interogasi pihak-pihak, kami lakukan gelar perkara yakni kesimpulan hasil penyelidikan kami,” tambah Ajis.

Ia menegaskan, bahwa pihaknya tetap menggelar proses secara profesional berdasarkan aturan yang berlaku.

“Ijin pak kami tidak ikuti kemauan pelapor tapi kami ikut aturan, sekarang prosesnya lidik belum sidik,” tegasnya.

Sementara itu, korban Ul menceritakan kronologis pelecehan yang dialaminya pada 31 Mei lalu. Saat itu dia berada di rumah bagian dapur sedang menyapu. Sementara terlapor Ta awalnya di teras bersama ibu dan pamannya.

Pelaku kemudian masuk ke rumah dan memegang tangan korban dari belakang sambil memegang kemaluannya sendiri. Pelaku kemudian berkata akan memberikan sejumlah uang dengan syarat berhubungan badan.

“Dia bilang ku kasiko uang Rp 500 ribu, tutup pintu belakangmu,” ungkapnya.

Pelaku meminta korban untuk berhubungan badan di tempat cuci piring di dapur rumah korban. Korban melepaskan tangan pelaku, dan berusaha untuk lari ke ruang depan. Terlapor berhasil menahan korban dan memeluknya sambil mengancam akan membunuhnya.

“Saya langsung terdiam supaya si pelaku melepaskan pelukannya, selepasnya saya langsung keluar lewat pintu belakang. Saya panggil tante saya dan menceritakan semuanya, jadi pelaku diusir oleh om saya,” jelasnya.

Kasus ini sendiri dalam pendampingan DP3A Bulukumba sejak 17 Juni 2020. (ewa/man)