Libur Natal dan Tahun Baru, 16.106 Wisatawan Berlibur di Tanjung Bira

  • Whatsapp

 

 

Read More

 

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN – Libur Natal dan Tahun Baru kali ini Pantai Tanjung Bira  dikunjungi oleh 16.106 wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Data ini diambil dalam sepekan terakhir di 2019, sejak 25 Desember sampai 31 Desember 2019. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kunjungan wisatawan tersebut mencapai Rp 190.400.000 yang terkumpul dari retribusi masuk daerah wisata Bira.

Kepala Dinas Pariwisata, Ali Saleng menjelaskan, wisatawan dari 25 Desember sampai 31 Desember terdiri dari wisatawan domesrik 16.063 orang dan mancanegara 43 orang. Penarikan retribusi sendiri ditetapkan  untuk anak-anak Rp 5.000/ orang, dewasa Rp 15.000/ orang, dan mancanegara Rp 40.000/ orang. Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk dalam pekan terakhir 2019 sebanyak 3.043 unit dengan uraian retribusi motor Rp 5.000, mobil Rp 10.000 dan bis Rp 15.000.

“Jumlah wisatawan ini belum sesuai ekspektasi kami yang menargetkan 25.000 wisatawan,” ujar Ali Saleng.

Khusus di 31 Desember 2019, kata Ali Saleng, kunjungan wisatawan ke Bira  mencapai 4.080 orang yakni wisatawan domestik 4.071 orang dan mancanegara 9 orang dengan PAD 45.625.000. Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk dalam kawasan wisata sebanyak 788 unit dengan PAD Rp 6.605.000.

Rekap bulanan PAD Obyek Wisata dan Pemakaian Kekayaan Daerah yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Bulukumba di Desember mencapai Rp 564.235.000, total 2019 Rp 3.275.060.000 atau terealisasi 64,08 persen dari target Rp 5.110.552.667. Melihat pencapain itu, PAD mengalami peningkatan dari Desember 2018 yang hanya mencapai Rp 264.600.000. Total PAD tahun lalu mencapi Rp 3.075.895.000.

“Kunjungan di akhir 2018 tidak bisa menjadi acuan karena ada isu bencana alam sehingga tempat wisata menjadi sepi,” ujarnya.

Meski demikian, bagi Ali Saleng kunjungan wisatawan termasuk sepi dibanding 2017 yang menyebabkan arus lalulintas macet berkilo-kilo meter. Dalam kawasan wisatapun sesak akibat kepadatan pengunjung, bahkan sejumlah pengunjung terpaksa menginap di kendaraan. “Kami lihat lesunya wisatawan karena  faktor cuaca (hujan, red) dan tarif penginapan yang mahal,” tambahnya.

Soal  mahalnya hotel dan wisma di Bira memang dikeluhkan banyak pihak. Anto, wisatawan dari Makassar datang bersama keluarganya dan menginap di Hakuna Matata mengaku kesulitan cari hotel yang bagus dengan budget di bawah Rp 1 juta. “Hotelnya bagus tapi rate hotel yang bagus di Bira tidak ada yang dibawah 1 juta. Di Same Resort saja kami cek harganya naik jadi  2 juta untuk kamar yang biasanya harga 700 ribu,” ujar Anto. ***

Penulis: Anjar S. Masiga

 

 

 

Penulis : | Editor :

Related posts