Lima Warga jadi Korban Serangan Anjing Gila 

by
REPORTER: FITRIANI SALWAR
EDITOR: SUPARMAN
BULUKUMBA, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — Warga Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, kini diresahkan dengan serangan anjing diduga gila. Sebanyak lima warga setempat menjadi korban serangan anjing gila pada Rabu, 1 Mei.
Kepala Desa Swatani, Andi Dhoddi Aryadi mengatakan, para korban langsung dilarikan ke RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba untuk mendapatkan perawatan.
Salah satu korban serangan anjing gila dirawat di UGD RSUD Bulukumba
“Korban didominasi anak-anak. Kami langsung bawa ke rumah sakit agar diberikan vaksin,” katanya, Kamis 2 Mei.
Hingga berita ini ditulis, anjing yang diduga mengidap rabies tersebut belum berhasil ditangkap dan membuat warga resah.
“Kami berharap pihak terkait segera turun ke lokasi dan menangkap anjing gila tersebut karena sangat meresahkan,” tuturnya.
Dikonfirmasi, Kasubag Humas dan Promkes, RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Gumala Rubiah, membenarkan adanya warga yang dilarikan ke RSUD karena digigit anjing.
“Kemarin memang ada pasien dari Desa Swatani yang dirawat di rumah sakit karena digigit anjing. Kejadian ini bukan pertama kalinya karena beberapa bulan yang lalu juga ada pasien yang dirawat karena digigit anjing,” terangnya.
Soal vaksin untuk pencegahan rabies, lanjut Kumala, memang sempat menjadi perbincangan. Pasalnya terjadi kekosongan.
“Dari Januari kami usulkan ke distributor cuman belum ada, bulan lalu sempat kami cek dan hasilnya belum ada. Jadi kemarin itu vaksin yang gunakan itu dari dinas kesehatan, karena di sana masih ada jadi itu yang kami pakai untuk pasien yang masuk kemarin,” tambahnya.
Sekadar informasi, buka hanya warga Desa Swatani saja yang menjadi korban tetapo juga dua orang warga Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale.
Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Bulukumba, Andi Rustina menegaskan, pihaknya akan segera turun kelokasi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.
“Kami rencana akan ke lokasi kejadian untuk mengkoordinasikan dengan pemerintah setempat, untuk mengantisipasi adanya korban berikutnya,” tutupnya. (*).
Loading...