Radar Selatan

Hot News

MRL Lapor Rasyid Sarehong di Polda

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Hubungan antara mantan Calon Wakil Bupati Bulukumba, Rasyid Sarehong dan Muh Ramli Lantara kini renggang. Keduanya yang awalnya sama-sama dalam satu gerbong pemenangan di Pilkada Bulukunba kini pecah kongsi.
Kabarnya, Rasyid Sarehong yang merupakan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu dilapor ke Polda Sulsel atas dugaan penipuan pembelian tanah di Kota Makassar.
Dia dilaporkan oleh mantan Kepala BPN Bantaeng yang juga Bakal Calon Bupati Bulukumba, Muhammad Ramli Lantara. Dia merasa tertipu atas pembelian tanah di Antang, Makassar.
“Saya laporkan pejabat BPN Luwu atas penipuan pembelian tanah di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penipuan dia lakukan senilai Rp1 miliar,” kata Muhammad Ramli Lantara, Rabu, 25 Maret 2020.
Menurut MRL akronim pria tersebut bahwa dugaan penipuan Abd Rasyid dilakukan pada 30 September 2019. Sebelum melapor, MRL mengaku menanti itikad baik terlapor untuk mengembalikan uang yang diterima.
“Keluarga sudah menanti itikad baik dari Abd Rasyid Sarehong untuk mengembalikan uang Rp1 miliar yang telah diterima,” jelas MRL.
MRL merasa tertipu sebab lokasi tanah yang dibeli melalui terlapor tidak jelas keberadaanya. Hal itu baru diketahui saat ia meminta Rasyid menunjukkan lokasi.
“Karena Rasyid Sarehong ini yang mengurus semua pembelian tanah di Antang, Manggala, Makassar. Saat saya ingin melihat tanah itu, ternyata letak dan status tanahnya tidak jelas,” pungkas dia.
MRL mengaku membeli secara berangsur tanah tersebut melalui Abd Rasyid Sarehong. Dia bahkan telah mentransfer uang Rp300 juta kepada terlapor. Kemudian transfer kedua melalui Bank Mandiri Rp700 juta, dengan total keseluruhan Rp1 miliar.
“Dua kali transfer melalui bank berbeda. Laporan polisi kemarin kita lakukan di Polda Sulsel atas penipuan dan penggelapan uang,” tandasnya.
Laporan MRL ke Polda Sulsel atas dugaan penipuan oknum BPN Luwu tersebut tercatat dengan nomor LP-B/108/III/2020 pada Selasa kemarin. Terlapor diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.
Sementara itu, Rasyid Sarehong yang dikonfirmasi tak menampik kabar tersebut. Hanya saja ia enggan berkomentar banyak terkait itu, termasuk soal agenda Pilkada yang memang awalnya dia yang terlibat dalam deklarasi MRL.
“Nanti di Polda Dinda saya akan jelaskan, saya siap hadapi. Kalau soal itu (Pilkada) saya tidak tahumi,” jawabnya. (faj/has
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!