Muhammad Hasan, Kru Pinisi Nusantara 1986 Tutup Usia

by
Muhammad Hasan (tengah) semasa hidup.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — H. Muhammad Hasan, salah satu ABK (kru) Phinisi Nusantara yang pernah berlayar ke Vancouver Kanada, tutup usia, Jumat 6 September di usia 71 tahun. Muhammad Hasan yang dimakamkan di Pekuburan Islam Tanaberu, Bulukumba tidak hanya terlibat dalam pelayaran dari Makassar ke Vancouver Kanada tahun 1986, tapi juga terlibat dalam proses pembuatan Phinisi Nusantara di Tanah Beru, Bulukumba.
Menurut Muhammad Amran Jabal, salah satu tokoh pemuda Bonto Bahari, kondisi kesehatan Muhammad Hasan sudah tidak fit saat ia menunaikan ibadah haji baru-baru ini. “Almarhum baru menunaikan haji tahun ini. Kondisinya memang sudah drop,” ujarnya.
Muhammad Hasan menjadi bagian dari perwakilan Pemerintah RI yang mengikuti VANCOUVER EXPO 1986 demham tema “World In Motion, World In Touch “. Saat itu Indonesia menampilkan Perahu Tradisional Pinisi yang dibuat oleh para panrita lopi dari Bulukumba. Acara Pameran Akbar International di Vancouver Expo 1986 menjadi ajang dimana setiap negara peserta memamerkan beragam hasil produksi serta keunggulan karya bangsa yang mencerminkan ketinggian peradaban budaya.
Indonesia menampilkan Perahu Tradisional sebagai karya yang dianggap patut dan layak untuk dipamerkan kepada Dunia karena memiliki aspek budaya dan spirit kemaritiman.
Ide gila membuat Pinisi dan dilayarkan dari Jakarta ke Vancouver adalah ide dari salah satu Panitia Inti Expo 86 yakni Letjen (Purn) RM. Slamet Danusudirdjo. Sementara yang memberi nama Phinisi Nusantara adalah Presiden RI saat itu; Soeharto.
Ekspedisi Phinisi Nusantara menuju Vancouver disebut “Operasi Gajah Mada ” dan dipimpin langsung Laksamana Soedomo. Kini, salah satu saksi hidup betapa heroiknya kru Phinisi Nusantara menjelajah samudera, telah tiada. Nama besar dan catatan sejarah Phinisi Nusantara akan abadi bersamanya. (rdr)