Beranda Nasional MUI Keluarkan Fatwa Pengurusan Jenazah Covid-19, Antara Hak Jenazah dan Kepentingan Orang...

MUI Keluarkan Fatwa Pengurusan Jenazah Covid-19, Antara Hak Jenazah dan Kepentingan Orang yang Masih Hidup

Jumat, 26 Juni 2020, 8:51 WITA
PROTOKOL COVID. Pasien Positif Covid-19 dimakamkan di Perkuburan Barabba, Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba dengan protokol Covid-19.

JAKARTA, RADAR SELATAN – MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah menerbitkan fatwa Nomor 18 Tahun 2020 tentang pengurusan jenazah pasien COVID-19. Dalam fatwa disebutkan prosesi harus tetap memenuhi hak-hak jenazah. Namun, MUI menilai kepentingan orang yang masih hidup juga harus diutamakan.
“Kewajiban manusia adalah ikhtiar untuk mencegah. Berobat ketika sakit, dan memastikan seluruh aktivitas pengelolaan jenazah sesuai ketentuan syariah. Namun, harus menjaga diri dari bahaya,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh di BNPB di Jakarta, Kamis (25/6).
Menurutnya, ketika terjadi benturan antara pemenuhan hak-hak jenazah sesuai syariah dengan menjaga diri dari penularan COVID-19, yang harus diutamakan adalah kepentingan orang yang masih hidup.
“Hingga saat ini kedua hal tersebut masih bisa seimbang dijalankan. Yakni memenuhi hak jenazah di samping juga menjalani protokol kesehatan,” jelasnya.
Seperti diketahui, fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tersebut sudah diterbitkan pada akhir Maret 2020 lalu. Di dalamnya menjelaskan hak syariah jenazah. Yaitu dimandikan, dikafankan, dishalatkan dan dimakamkan.
Fatwa tersebut memberi kelonggaran pelaksanaan dalam pemenuhan hak-hak jenazah yang disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19. Untuk dimandikan, jenazah harus dimandikan oleh orang dengan jenis kelamin yang sama. Pemandian jenazah juga boleh dilakukan tanpa melepas pakaian.
Untuk pengkafanan, pada umumnya dan keadaan normal boleh dikafani dengan satu lembar kain. Namun, pada kondisi pandemi COVID-19 diperbolehkan ditambahkan dengan plastik dan peti. Tujuannya agar tidak jadi penularan. Jenazah pasien COVID-19 wajib dishalatkan sebelum dimakamkan. Namun pelaksanaan salat jenazah juga bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.***