Orientasi Anggota DPRD Kebutuhan Atau Pemborosan

by
TALK SHOW. Suasana Forum Talk Show saat moderator membuka sesi tanya jawab di Teras Gedung Lama Kantor DPRD Bulukumba, Senin, 9 September 2019.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Talk Show mengurai polemik orientasi dan pendalaman tugas anggota DPRD antara urgensi dan ketaatan terhadap regulasi dengan pemborosan digelar DPRD Kabupaten Bulukumba. Acara digelar di Teras Gedung Lama Kantor DPRD Bulukumba, Senin, 9 September 2019.

Empat narasumber antara lain, Fahidin (Anggota DPRD), Muh. Jufri (Anggota DPRD), Muh. Jafar (koordinator KOPEL), dan Sunarti Sain (Direktur Harian RADAR SELATAN). Selain itu kegiatan ini juga dihadiri peserta dari kalangan pers, ormas, juga LSM serta masyarakat umum.
Acara yang dipandu Muhammad Sabri ini dimulai dengan pemaparan oleh Fahidin sebagai narasumber pertama. Ia menilai orientasi dan pendalaman tugas merupakan hal yang penting bagi anggota dewan karena menurutnya orientasi ini tujuannya untuk pendidikan awal bagi anggota dewan agar mampu menjalani tugasnya secara maksimal.

“Anggota dewan harus pintar agar tidak tenggelam oleh zaman,” tegasnya.
Narasumber selanjutnya Muh. Jufri menyambung apa yang sebelumnya disampaikan oleh Fahidin. Menurut Jufri, orientasi anggota dewan merupakan agenda yang memang sudah diatur dalam undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri dan peraturan lainnya, sehingga agenda ini sifatnya wajib untuk dijalankan dan bukan merupakan ‘pemborosan’.

“Ini agenda yang telah diatur dalam undang-undang dan peraturan lainnya yang memang merupakan hak bagi anggota dewan untuk menerima pendidikan melalui orientasi,” ungkap Jufri.
Berbeda dengan kedua narasumber sebelumnya Muh. Jafar Koordinator KOPEL selaku narasumber ketiga menganggap agenda orientasi yang telah dilakukan sebelumnya ini merupakan ‘pemborosan’ anggaran. Menurutnya jika kepentingannya untuk memberikan pemahaman awal kepada anggota dewan tentang bagaimana menjalankan tugasnya ke depan itu telah dilakukan oleh partainya masing-masing.

Lanjut Jafar, orientasi ini juga seharusnya bisa dilangsungkan selama kurang dari 5 hari sehingga tidak perlu menghabiskan banyak anggaran untuk kegiatan ini, dan juga seharusnya penganggaran dibebankan ke pihak penyelenggara bukan ke daerah yang hadir sebagai peserta.
“Kalau kita bisa efisienkan waktu, untuk memenuhi 30 jam belajar yang ada dalam aturan, tidak seharusnya orientasi dilangsungkan selama 5 hari, jika kita memaksimalkan waktu 10 jam agenda belajar dalam sehari, orientasi hanya dilangsungkan selama 3 hari,” ujar Jafar.

Selanjutnya narasumber terakhir Sunarti Sain Pimpinan Harian RADAR SELATAN mengawali pernyataannya dengan menyampaikan ekspektasinya atas berlangsungnya acara Talk Show ini. Anggapanya acara ini bakal dihadiri seluruh Anggota DPRD Bulukumba.
“Harapan saya diawal, forum ini bakal dihadiri oleh seluruh anggota dewan, tetapi ternyata hanya beberapa saja yang hadir,” ungkap Sunarti Sain.

Lanjut Una sapaan akrabnya, orientasi untuk anggota dewan memang sesuatu hal yang penting dan harus dilaksanakan sepanjang itu bermanfaat untuk kepentingan rakyat.
Menurutnya, Bulukumba ke depannya akan lebih baik jika perwakilan rakyatnya cerdas.

“Harapan saya seharusnya anggota Dewan yang mengikuti orientasi sebelumnya itu terbuka kepada masyarakat apa yang mereka lakukan di sana, sosial media bisa mereka manfaatkan untuk menyampaikan apa yang mereka kerjakan pada saat orientasi, serta materi apa yang didapatkan, jika begitu anggapan-anggapan tentang ‘pemborosan anggaran’ bisa terminimalisir,” usulnya.
Setelah ke empat narasumber mengemukakan pendapatnya Talk show yang disiarkan secara langsung di siaran radio setempat ini dilanjutkan dengan sesi tanggapan oleh peserta.

Penanggap pertama Musafir, sependapat dengan Narasumber dari KOPEL, ia juga menganggap orientasi ini merupakan agenda pemborosan dan tidak seharusnya semua anggota dewan ikut pada kegiatan tersebut.
“Ini pemborosan bagi saya, kenapa juga semua harus ikut? akibatnya pernah datang warga Sapobonto untuk menyampaikan aspirasinya tapi karena tidak ada anggota dewan sehingga tidak jadi,” ungkapnya.

Penanggap kedua Ahmad Al-Gazali yang menyampaikan apresiasinya terhadap anggota dewan periode sebelumnya. Menurutnya dua periode sebelumnya merupakan periode terbaik sepanjang sejarah. Ia mengharapkan untuk periode kali ini kinerjanya bisa lebih baik daripada periode-periode sebelumnya.
Selanjutnya moderator memberikan kesempatan kepada Sekwan Daud Kahal. Ia mengklarifikasi beberapa pernyataan dari narasumber maupun penanya yang menyoroti orientasi yang telah dilakukan. Pertama, menjawab mengapa acara ini tidak dihadiri oleh semua anggota dewan karena bertepatan dengan agenda pembahasan tata tertib yang juga sedang berlangsung.

Kedua tentang Orientasi, Sekwan menjelaskan orientasi ini mengacu ke aturan yang mengharuskan untuk dilaksanakan, jika memang ini dianggap bermasalah bisa diajukan untuk dilakukan revisi.
“Kalau ada yang bermasalah dari aturan ini mari kita ajukan bersama untuk direvisi,” ujar Sekwan sebelum forum diistirahatkan untuk shalat dan makan siang. (ewa/has)