Palang Parkir Mulai Diterapkan di Bantaeng

by

BANTAENG, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — Sistem parkir palang pintu di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng sudah resmi beroperasi sejak Sabtu malam, 16 Maret 2019. Setelah dua hari berjalan, ada kesan menarik pada sistem parkir palang pintu ini karena merupakan sesuatu yang baru di Kabupaten Bantaeng.

“Semuanya cukup berjalan baik, tapi pembesuk di rumah sakit ini kadang-kadang, ada juga belum tahu bagaimana cara kerja parkir palang pintu ini. Jadi begitu ada pengunjung yang masuk, kita ajari dulu. Paling sebulan masyarakat sudah paham,” kata seorang penjaga di portal parkir RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, Saiful Bahri, Selasa, 19 Maret 2019.
Dia mengatakan bahwa saat ini, pegawai yang bertugas untuk penjaga barrier gate atau parkir berbasis palang di rumah sakit tersebut, ada sepuluh orang. Mereka bertugas berjaga secara bergantian.

“Kita ada sepuluh orang, ada shift pagi sampai siang, shift siang sampai sore dan shift malam. Ada juga yang keliling pantau areal parkiran. Jadi keamanan kendaraan pembesuk atau keluarga pasien yang berjaga bisa dipastikan keamanannya,” ujar Ipul, sapaan akrabnya.
Pria yang mengenakan pakaian tugas penjaga parkir berwarna kuning ini juga menyebut, parkir seperti ini adalah pertama di Kabupaten Bantaeng. Betapa tidak, kata dia, bisa dilihat dengan beberapa kejadian atas dasar ketidaktahuan, warga nyelonong masuk yang akhirnya harus terkena hantaman palang pintu.

“Kadang sudah ditanya prosedur tapi ada juga yang belum tahu. Kadang palang naik, ada juga yang ikut di belakang. Akhirnya dikena kepala ada juga badan, atau kendaraannya. Mereka juga kalau kena begitu ada yang marah-marah, ada juga yang mengaku salah. Yang marah ini dikiranya disengaja, padahal masing-masing ada karcis, ditekan dulu tombolnya supaya palang terbuka, dan setelah sensor deteksi pengendara sudah masuk, palang tertutup,” jelasnya.

“Tapi kita, ajari bahwasanya seperti ini yang harus dilakukan, ditekan tombol untuk karcis, kita tanya kalau karcis harus disimpan baik-baik, nanti di pintu keluar di sana disetor untuk pembayaran,” tuturnya.
Selain itu, dia juga mengatakan, bagi penjaga pasien yang tentunya harus menginap, ada biaya yang ditentukan agar hanya membayar sekali masuk. “Ada admin parkir, melapor di sana. Daripada keluar masuk bayar, mending ke sana sekali bayar,” Ipul berujar.

Pria yang berperawakan ceking itu juga berkelakar, dengan adanya parkir seperti ini di Kabupaten Bantaeng, nantinya, masyarakat jika menemukan sistim parkir serupa, maka tidak perlu canggung lagi karena sudah ada pengalaman yang bisa diterapkan dari rumah sakit ini.

“Nonton tadi di YouTube cara memberikan pemahaman tentang parkir seperti ini, ternyata banyak juga masyarakat yang belum paham betul. Kalau mereka sudah paham, nanti kalau di Kota Makassar misalnya dapat yang begini, ada mi pengalamannya,” ujarnya sedikit berguyon.
Untuk sementara ini, lanjut Ipul, belum ada rambu yang mengisyaratkan bahwa jalur ini digunakan untuk kendaraan roda dua, roda empat atau bagi pejalan kaki. “Tapi nantinya ada dipasang pagar-pagar juga untuk menunjukkan kalau ini jalur untuk pengendara mobil, motor dan pejalan kaki,” pungkasnya.

Sementara itu seorang pengunjung RSUD Anwar Makkatutu yang sempat ditanya mengaku senang dengan adanya sistim parkir palang pintu ini, baginya keamanan kendaraan akan sepenuhnya terjamin karena tidak akan ada tukang parkir asal-asalan yang masuk di areal rumah sakit ini.

“Dulu itu, sembarang tukang parkir masuk, anak-anak di situ (parkiran dekat IGD) yang jagai. Diminta bayar parkir, baru pas keluar di pintu keluar sana diminta lagi bayar parkir. Tapi sekarang bagusmi ini,” kata seorang perempuan pengunjung rumah sakit yang menyebut namanya Fitri.
Sebelumnya sistem parkir tersebut, sedianya diberlakukan per tanggal 1 Maret 2019. Namun karena ada beberapa hal yang mengakibatkan lambatnya sistem parkir ini. Diantaranya kelistrikan dan alat portal oleh pihak ketiga mengalami keterlambatan pengiriman.
“Ada keterlambatan pelaksanaan, karena material alat portalnya, menurut pihak ketiga, sementara dalam perjalanan,” kata direktur RSUD Anwar Makkatutu, dr H. Sultan, beberapa waktu lalu.

Saat itu, dia menyebutkan bahwa pengumuman untuk tarif parkir jauh hari telah disosialisasikan melalui spanduk yang terpampang di beberapa sudut rumah sakit. “Spanduk tentang pemberlakuan sistem perparkirannya juga telah kami pajang. Ini sebagai sosialisasi kepada pembesuk,” katanya.
Nampak dalam spanduk pengumuman nomor 900/23/BPKD/I/2019 itu mengenai pengguna parkir khusus, berisikan tarif parkir yang disesuaikan dengan jenis kendaraan.

Mobil sedan, mini bus, pick up dan sejenisnya Rp 2.000 per jam, ditambah Rp 1.000 pada tiap 30 menit berikutnya.
Sementara mobil bus, truck, alat berat dan sejenisnya Rp 3.000 per jam, ditambah Rp 1.500 pada tiap 30 menit berikutnya.
Sedangkan untuk sepeda motor. Tarifnya Rp 1.000 per jam, ditambah Rp 500 pada tiap 30 menit berikutnya.
Sekadar diketahui, perparkiran berbasis portal itu dikelola oleh RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng yang bekerjasama dengan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bantaeng. (sid/has)

Loading...