Pasien Positif Covid di Swissbell Sudah 19 Orang, Humas IDI: Gubernur Salah Kebijakan

  • Whatsapp

MAKASSAR, RADAR SELATAN — Kebijakan Pemprov Sulsel menempatkan pasien positif Covid-19  bersama ODP dan PDP di Hotel Swissbell Makassar menimbulkan pro kontra. Pemprov dinilai tidak terbuka dan membuat kebijakan yang sangat beresiko .

Seperti diketahui, Pemprov Sulsel menyiapkan Hotel Swissbell Makassar sebagai lokasi karantina bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Alasannya, agar ODP dan PDP bisa dilayani oleh dokter secara maksimal dan terpenuhi semua kebutuhannya untuk meningkatkan imunitas.

Read More

Awalnya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebutkan bahwa yang diisolasi mandiri di Swissbell hanya ODP dan PDP. Belakangan terungkap ada sejumlah pasien positif Covid-19 ikut diisolasi di hotel yang terletak di pantai Losari.  Salah satu pasien positif berasal dari Kabupaten Bulukumba. Sampai Selasa, dari informasi yang diperoleh Radar Selatan, sudah ada 19 pasien positif Covid-19 yang ditempatkan di Swissbell dengan kategori OTG. Info ini juga beredar di grup whatsapp dokter.

Karenanya, Humas IDI Makassar mulai  mengkhawatirkan keberadaan pasien positif di Hotel Swissbell, termasuk dokter dan paramedis. “Pasien positif tidak seharusnya berada di hotel. Tempat terbaik bagi mereka adalah di rumah sakit. Kita punya banyak rumah sakit kok untuk Covid-19,” ujar Humas IDI Makassar, Wachyudi Muchsin saat dihubungi Radar Selatan, Rabu 29 April 2020.

Menurut dr Wachyudi, meski tidak memiliki gejala klinis, pasien positif bisa saja tiba-tiba drop atau mengalami gangguan serius akibat Covid-19. “Ini virus baru, kita tidak bisa hanya melihat secara fisik dia sehat dan kuat. Waspada lebih baik dibanding mengambil resiko besar,” kata dr Wachyudi yang menyebut ini bukan rekreasi tapi penanganan bencana.  Ditambahkan  dr Wachyudi, kebijakan pemprov ini sangat beresiko dan membahayakan para dokter juga orang lain yang berada di lokasi karantina.

Di grup whatsapp dokter beredar informasi mengenai tidak adanya sabun cair untuk cuci tangan,  ruang ganti khusus APD dan ruangan khusus untuk melepas APD setelah bertugas yang idealnya setiap hari disemprot disinfektan. Keluhan lainnya adalah kamar dokter yang disatukan dengan lantai isolasi pasien positif. “Keselamatan dokter dan paramedis harus diperhatikan agar  mereka juga nyaman bekerja,” katanya. (rdr)

Penulis : | Editor :

Related posts