Radar Selatan

Bantaeng

Pelaku Pencurian Ternak Diringkus

TERSANGKA DAN BARANG BUKTI. Empat pelaku pencurian ternak bersama barang bukti saat diamankan Tim T4P Polres Bantaeng, Senin, 11 Maret 2019.

BANTAENG, RADARSELATAN.FAJAR.CO.ID — Tim T4P Polres Bantaeng meringkus empat pelaku pencurian ternak (curnak) di beberapa daerah di Kabupaten Bantaeng. Ke empat pelaku ini bernama Daud (50), Nawir (35), Aril (35) dan Sahir (45). Mereka diamankan secara terpisah.

“Sahir diamankan pada Rabu, 6 Maret 2019 sedangkan tiga pelaku lainnya lebih dulu diamankan pada 28 Februari 2019 dini hari,” kata Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan, Senin, 11 Maret 2019.
Dia pun menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berdasarkan laporan polisi oleh pelapor atau korban pencurian atas nama Sakkiri bin H Mada yang mengalami kerugian sebesar Rp 23 juta.

Selain itu, Adip juga menjelaskan kronologis penangkapan terhadap pelaku tersebut. Dia mengatakan, penangkapan dilakukan setelah ada hasil penyelidikan dari jaringan pelaku curnak yang diamankan di wilayah hukum Polres Bulukumba berinisial Ba.
“Ba yang diamankan mengakui bahwa empat ekor sapi curian yang ada padanya dibawa oleh pelaku dari Bantaeng, di Kampung Beru, Kecamatan Bissappu. Tim T4P kemudian melakukan pengembangan di lokasi yang disebutkan itu,” ungkapnya.

Lebih jauh Adip menuturkan, saat hendak diamankan pelaku bernama Daud mengetahui bahwa ada petugas. “Daud mengetahui yang di mobil adalah anggota polisi sehingga tersangka Daud mencabut parang miliknya hendak menyerang anggota polisi,” terangnya.
“Pada saat tersangka Daud mengayunkan parangnya, anggota T4P memberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan oleh tersangka, sehingga anggota terpaksa menembak tersangka Daud di bagian kaki dan mengenai sebelah kiri tersangka,” lanjutnya.

Setelah diamankan ketiga tersangka mengakui bahwa mereka kerap melakukan curnak di Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulukumba.
“Hasil pencurian tersebut dijual di Kabupaten Jeneponto, selanjutnya tim T4P bergerak menuju ke Jeneponto untuk mengamankan pembelinya, dari penunjukan tersangka anggota mengamankan seorang pria berinisial Ad (penadah) di Kampung Bonto Parang, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto,” ungkap Adip.

“Pada saat Ad diperiksa, dia mengakui kalau dirinya sering menerima barang dari ketiga tersangka yang telah diamankan oleh tim T4P polres Bantaeng,” tukasnya.

Dari keterangan ketiga tersangka mengakui telah melakukan pencurian sapi di beberapa tempat di TKP Kabupaten Bantaeng antara lain, tiga ekor sapi betina di Desa Borong Tarampang, dua ekor kuda di Kampung Bakarayya, dua ekor kuda di Kampung Panoang Desa Papanloe, dua ekor sapi di Desa Papanloe dan lima ekor kambing.

“Semua hasil curian itu dibeli oleh Ad,” bebernya.
Selain di Kabupaten Bantaeng, tersangka juga mengakui telah melakukan pencurian ternak di Kabupaten Bulukumba, dari Kabupaten Bulukumba ketiga tersangka berhasil mencuri 5 ekor sapi dan 2 ekor kuda.
Usai penangkapan terhadap tiga pelaku sebelumnya, Polres Bantaeng kembali bergerak mengamankan pelaku lainnya, Sahir pada Rabu, 6 Maret 2019.

“Bermula dari penunjukan tersangka Daud yang diamankan sebelumnya bahwa yang ditemani melakukan pencurian 3 ekor sapi di Kampung Bonto Tarampang, Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa adalah Sahir, sehingga TIM T4P melakukan pencarian terhadap pelaku tersebut,” ungkap Adip.
Sekira jam 01.00 wita, kata Adip, tim T4P mendapat informasi keberadaan Sahir di Kampung Sinoa sedang mengendarai sepeda motor Yamaha VEGA ZR, sehingga petugas kepolisian mengendap di jalan yang akan dilewatinya itu.

“Berselang 30 menit saudara Sahir melintas dengan mengendarai sepeda sepeda motor merk VEGA ZR, petugas langsung menghentikan sepeda motor tersebut. Selanjutnya tersangka Sahir bin Paima diamankan dan dibawa ke Mapolres Bantaeng,” bebernya.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa kepada seluruh tersangka yang telah diamankan itu, dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancam pidana paling lama tujuh tahun. Sedangkan pelaku inisial Ad selaku pembeli barang hasil curian akan dikenakan pasal 480 KUHP. (*)

REPORTER: MUHAMMAD SIDDIQ
EDITOR: HASWANDI ASHARI

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!