Beranda Hot News Pembatasan Masuk Wilayah Makassar Makin Ketat, Prof Rudy Turun Langsung

Pembatasan Masuk Wilayah Makassar Makin Ketat, Prof Rudy Turun Langsung

Selasa, 14 Juli 2020, 8:49 WITA
Pemeriksaan di perbatasan Kota Makassar dan Kab Gowa oleh petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Makassar dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 dengan mengadakan pemeriksaan surat keterangan sehat nagi warga yang masuk dan keluar Kota Makassar Senin, 13 Juli -- TAWAKKAL/FAJAR

MAKASSSAR, RADAR SELATAN – Pemerintah Kota Makassar resmi memberlakukan pembatasan aktivitas ke luar masuk di Kota Makassar, sejak Senin 13 Juli 2020. Hari ini pembatasan masuk akan makin ketat dengan penjagaan dari berbagai unsur. Aturan ini akan berlaku selama 14 hari kedepan.

Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin turun langsung memantau empat posko pemeriksaan.
Dintaranya posko pembatasan Makassar-Gowa Jalan Sultan Alauddin, posko Makassar-Takalar Jalan Barombong, posko Makassar-Maros Jalan Perintis Kemerdekaan, dan terakhir posko Makassar – Gowa di Samata.

Pemeriksaan di perbatasan Kota Makassar dan Kab Gowa oleh petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Makassar dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 dengan mengadakan pemeriksaan surat keterangan sehat nagi warga yang masuk dan keluar Kota Makassar Senin, 13 Juli — TAWAKKAL/FAJAR

Prof Rudy mengatakan, kebijakan sanksi penerapan hari pertama mempersempit ruang gerak masyarakat masih ringan. Petugas masih memberikan toleransi bagi pelanggar.
Pemeriksaan di perbatasan Kota Makassar dan Kab Gowa oleh petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Makassar dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 dengan mengadakan pemeriksaan surat keterangan sehat nagi warga yang masuk dan keluar Kota Makassar Senin, 13 Juli — TAWAKKAL/FAJAR

“Hari pertama ini kita masih relatif soft yah. Jadi yang kita lihat tidak pakai masker kita berikan masker. Kita data bagi yang tidak lengkap berkasnya. Baru kita peringati kalau besok harus wajib lengkap semuanya,” kata Prof Rudy.
Prof Rudy juga meminta maaf kepada seluruh pengguna jalan akibat aktiftas petugas yang menyebabkan kemacetan. Menurutnya, kebijakan penerapan Perwali Nomor 36 tahun 2020 demi kepentingan kesehatan seluruh warga dalam melawan covid 19. (fajar)

Foto-foto: TAWAKKAL/FAJAR