Pemudik di Bantaeng Masih Minim

 

 

BANTAENG, RADAR SELATAN — Bupati Bantaeng bersama Kapolres dan Dandim 1410 melakukan pemantauan di Posko Gerbang Disinfektan yang terletak di Rest Area Sasayya atau perbatasan Bantaeng dan Jeneponto, Sabtu malam, 23 Mei 2020.

Di sana mereka memantau data-data pengendara yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Bantaeng. Termasuk memastikan jumlah pemudik yang datang dari daerah lain.

Ilham Azikin menyebut, sejauh ini angka pemudik masih terbilang minim. Berdasarkan data yang didapati per tanggal 23 Mei 2020 pukul 22.30 Wita, jumlah tidak begitu signifikan.

“Pemudik yang kita pantau angkanya masih kecil. Malam ini saja per pukul 22.30 Wita yang tercatat kurang dari 10 orang yang terdata untuk melakukan perjalanan mudik ke Kabupaten Bantaeng,” kata Bupati Bantaeng, Ilham Azikin saat dijumpai di Posko Rest Area Sasayya.

Menurutnya, imbauan pemerintah akan kemauan masyarakat untuk tidak mudik masih efektif. Setidaknya masyarakat masih ada yang sadar dan patuh betapa pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi korona.

“Mudah-mudahan ini terjaga,” kata Ilham Azikin.

Dia juga menyebut bahwa gugus tugas perceoatan oenanggulangan covid-19 Bantaeng telah melakukan pemantauan di Posko perbatasan marina atau perbatasan Bantaeng dan Bulukumba.

Sejauh ini hasil pemantauan masih menunjukkan keadaan yang aman dan lancar.

Dia juga menyinggung soal pelaksanaan shalat ied idulfitri 1441 Hijriah atau 2020 Masehi. Eks Kadispora Kabupaten Maros ini berharap, masyarakat untuk kali ini mau melaksanakan ibadah shalat ied di rumah masing-masing.

Hal itu dimaksudkan agar mengantisipasi penyebaran wabah virus korona yang dialami saat ini.

Kendati ada yang melaksanakan shalat ied di masjid, dia juga berharap agar protokol kesehatan tetap dipatuhi.

“Khusus untuk shalat ied, imbauan tetap kita jalankan shalat ied di rumah masing-masing, namun kalau ada keluarga kita yang mau melaksanakan ibadah di masjid, itu akan kita perketat dengan protokol kesehatan, dan kita juga akan lakukan pemantauan malam ini tentang kesiapan-kesiapan jelang pelaksanaan shalat ied,” kata dia.

Ilham Azikin menambahkan pula bahwa Dinas Kesehatan Bantaeng telah menyiapkan cairan disinfektan yang bisa dimanfaatkan tim gugus tugas tingkat desa di masjid masing-masing.

Selain itu, Bupati yang terbilang muda ini berharap agar masyarakat pendatang tidak melaksanakan shalay ied di masjid. Sebab, tidak menutup kemungkinan seorang pendatang menjadi carrier atau pembawa virus korona meski tanoa gejala.

Untuk itu dia meminta agar masyarakat yang baru saja datang di daerah bertajuk Bumi Butta Toa ini sadar akan kondisi saat ini.

“Yang kita harapkan adalah memperketat kepada para pendatang untuk tidak ikut serta melaksanakan shalat ied di masjid. Yang kita harapkan adalah kesadaran masing-masing,” katanya.

Saat ini di beberapa masjid, kata dia, sudah disiapkan bilik sterilisasi. Hanya saja tak semua mampu diakomodir lantaran keterbatasan alat.

Namun dari sisi thermo gun atau alat pengecekan suhu, dipastikan semua masjid yang melaksanakan ibadah shalat ied telah disiapkan, baik itu bantuan dari Gugus Tugas Covid-19 Bantaeng maupun disiapkan sendiri masing-masing Kelurahan/Desa.

“Dan yang terpenting ada screening yang kita harapkan itu berjalan. Bagi yang pendatang atau pelaku perjalanan dengan tegas kita harap untuk melaksanakan ibadah di rumah saja,” kata Ilham. (Siddiq)