Beranda Bulukumba Penerima BLT Dana Desa di Bulukumba: Seppang Tertinggi, Swatani Terendah

Penerima BLT Dana Desa di Bulukumba: Seppang Tertinggi, Swatani Terendah

Rabu, 27 Mei 2020, 14:03 WITA
BLT DD. Tomy Satria Yulianto menyerahkan BLT dana desa kepada salah satu penerima manfaat bantuan covid-19. Di Kabupaten Bulukumba tercatat ada 15.270 KK penerima BLT DD. 

REPORTER: BASO MAREWA
EDITOR: HASWANDI ASHARI

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Bulukumba mencatat sedikitnya 15.270 Kepala Keluarga (KK) se-Kabupaten Bulukumba terdata sebagai calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

“Data sementara calon penerima BLT Dana Desa sebanyak 15.270 KK, dari 109 desa atau seluruh desa se-Kabupaten Bulukumba,” ungkap Kabid Pemerintahan Desa, DPMD Bulukumba, Andi Mappatunru Asnur, akhir pekan kemarin.

Meskipun demikian belum semua desa telah merampungkan proses pencairan dan penyaluran BLT DD nya. Menurut Andi Unru sapaan akrab Andi Mappatunru Asnur, hingga hari ini (Selasa, 19 Mei 2020) sampai pada pukul 17.30 WITA masih terdapat 20 desa yang masih sementara proses pengesahan pencarian.

“Jumlah desa perhari ini yang sudah menyalurkan ke masyarakat ada 60 desa, akan tetapi yang sudah pengesahan pencairan terakhir pukul 17.30 WITA hari ini sudah ada 89 desa, tersisa 20 desa yang dalam proses, semoga bisa secepatnya rampung,” paparnya

Andi Unru membeberkan, desa di kabupaten dengan jumlah terbanyak penerima BLT-DD, yakni Desa Seppang, Kecamatan Ujung Loe dengan jumlah 208 KK. Sedangkan yang paling rendah, yakni Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale yang cuma 50 KK.

Diketahui, DD dari Desa Seppang berjumlah Rp. 1.260.529.000, berarti jika total penerima BLT-DD di desa tersebut berjumlah 208 KK dan setiap KK berhak mendapatkan total Rp. 1.800.000 (tiga bulan) maka Desa Seppang mengalokasikan sekitar 30 persen DD untuk pembiayaan BLT.

Sedangkan Desa Swatani yang cuma mencatat 50 KK sebagai penerima BLT-DD, berdasarkan DD-nya yang jumlahnya Rp. 918.695.000, maka secara matematis Desa Swatani hanya mengalokasikan sekitar 10 persen DD untuk pembiayaan BLTnya.

Saat dikonfirmasi mengenai update terakhir sisa desa yang belum mencairkan BLT DD, menurut Kasi Administrasi Keuangan dan Aset Desa, DPMD Bulukumba, Fitriani, masih terdapat 10 desa yang belum menyelesaikan proses pencairan dana desa tahap kedua atau pencarian pendanaan untuk BLT.

“Iye masih ada yang belum (mencairkan DD untuk pembiayaan BLT, red), sekitar 10 desa,” kata Fitriani saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, 23 Mei 2020.

“Semoga hari-hari awal setelah lebaran, semua sudah selesai,” harapnya. (*)

Rumus Penetapan Jumlah Alokasi Anggaran BLT Dana Desa

• Desa penerima Dana Desa kurang dari Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 25 persen (dua puluh lima persen) dari jumlah Dana Desa.

• Desa penerima Dana Desa Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta rupiah) mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 30 persen (tiga puluh persen) dari jumlah Dana Desa.

• Desa penerima Dana Desa lebih dari Rp 1.200.000.000 (satu miliar dua ratus juta rupiah) mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 35 persen (tiga puluh lima persen) dari jumlah Dana Desa.