PPKD Caramming Bantah Tudingan Kecurangan

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro, Mursalin mengklarifikasi tudingan dugaan kecurangan yang terjadi pada Pilkades, 5 Maret lalu. Ia menegaskan proses pemilihan berjalan adil dan terbuka sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Tidak benar itu tuduhannya. Intinya kami sudah bekerja sesuai dengan ketentuan,” tegasnya dikonfirmasi Radar Selatan, Selasa, 10 Maret 2020.
Ia menjelaskan, perolehan suara dua calon kades, Andi Jamriwali (nomor urut 2) dan Abd. Hamid (nomor urut 3), seri. Masing-masing memperoleh 292 suara.

“Perolehan (suara) tersebut sudah apa adanya dan sudah sesuai dengan kenyataan di lapangan tanpa ada unsur kecurangan,” tegasnya meyakinkan.
Mursalin juga membantah jika saksi dari calon tidak dilibatkan saat perhitungan suara. “Semua saksi kita libatkan saat perhitungan suara. Jadi kalau ada yang bilang tidak dilibatkan itu asal bunyi saja,” ketusnya.

Merujuk pada Perda No. 4/2015 pasal 48 (2), lanjut Mursalin, dijelaskan bawa, jika terjadi perolehan suara sama (seri), maka pemenang akan ditentukan dari jumlah penduduk wilayah domisili asal. Calon nomor urut 3, Abd. Hamid yang juga sebagai incumbent jumlah DPT di Dusunnya lebih banyak dari pada calon nomor 2, Andi Jamriwali.

“Kalau seri panitia mengacu ke Perda No 4 Tahun 2015 Pasal 48 Ayat 2.
Nomor 2, Andi Jamriwali tinggal di Dusun Bunganya DPT 422 dan nomor 3, Abd Hamid SAg tinggal di Dusun Kelereng Bulu DPT-nya 441,” paparnya,.
“Tapi untuk penetapan siapa yang menang kita tunggu proses selanjutnya,” tambahnya.

Mursalin mengaku, sengketa hasil Pilkades ini telah dilimpahkan ke Pantia Pemilihan Kabupaten (PPK). Ia berharap permasalahan ini terselesaikan tetap dengan cara yang damai.
“Semangat deklarasi damai harus diingat, bukan hanya menjadi seremoni semata,” ucapnya mengingatkan.

Sebelumnya beredar berita, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Caramming menuai hasil seri. hal tersebut membuat warga bereaksi dengan meminta kertas suara terpakai dihitung ulang.

Dari hasil perhitungan ulang, terdapat selisih suara yakni jumlah kertas suara terpakai lebih banyak dibandingkan dengan jumlah suara keseluruhan (suara batal ditambah suara sah). (ewa/man)