Pupuk Langka Resahkan Petani, Bupati Perintahkan Dinas Pertanian Tindak Lanjuti

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Bulukumba mengeluhkan kelangkaan pupuk. Kondisi ini dikabarkan sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.

Sementara saat ini petani tengah membutuhkan pupuk untuk tanaman padi yang telah ditebar. Salah seorang petani asal Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, Djabir mengaku sangat sulit menemukan pupuk.

“Susah sekali kita dapat pupuk sekarang, tidak tahu bagaimana. Padahal sekarang sudah dibutuhkan, maumi dipakai,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Djabir, pemerintah memperhatikan ketersediaan pupuk untuk petani terlebih di masa pandemi saat ini. Jika kelangkaan masih saja terjadi, ia khawatir hasil produksi padi menurun bahkan akan memicu gagal panen.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali mengaku telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi. Ia meminta dinas terkait tidak tinggal diam melihat kondisi sulit yang kini mendera petani.

“Saya sudah perintahkan Dinas Pertanian untuk segera menindaklanjuti keluhan petani di sejumlah kecamatan,” tegasnya.

Bahkan bupati Sukri meminta aparat penegak hukum menyelidiki dan bertindak tegas terkait kelangkaan pupuk ini.

Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Emil Yusri, yang coba dikonfirmasi belum memberikan respon.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulukumba telah menyelidiki kelangkaan pupuk ini. Bahkan 12 pengecer di beberapa kecamatan telah dimintai keterangannya oleh pihak Kepolisian. (*).