Ragukan Alat Rapid Test Dinkes, Anggota DPRD Gowa Cari Tes Pembanding

Muh. Ramly Siddiq 

GOWA, RADAR SELATAN — Sedikitnya 20 orang anggota legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa dinyatakan reaktif virus Corona atau covid-19.

Puluhan anggota DPRD Gowa ini dinyatakan reaktif setelah dilakukan pemeriksaan rapid test virus Corona di kantor DPRD Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Selasa, 5 Mei 2020 lalu.

Koordinasi Satgas Lawan Covid-19 DPRD Gowa, Muh Ramly Siddiq membantah istilah penyebutan reaktif virus Corona bagi 20 anggota DPRD Gowa tersebut.

Bahkan, ia secara tegas membantah bahwa ada 20 anggota DPRD Gowa yang dinyatakan positif.

“Salah besar itu kalau ada yang bilang positif. Sejauh ini belum ada hasilnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Mei 2020.

Menurutnya, ia memang sempat dihubungi beberapa media terkait isu tersebut. Namun dirinya hanya menjelaskan, bahwa memang ada anggota dewan yang sempat mengikuti rapid test di Kantor DPRD Gowa pada, Selasa 5 Mei 2020 lalu.

“Ada memang yang ikut anggota DPRD sekitar 30 orang. Sekitar 20 itu yang dinyatakan reaktif menurut Dinas Kesehatan Gowa,” katanya.

Kendati demikian menurut Ramly, pihak DPRD Gowa meragukan alat yang digunakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa untuk melakukan rapid test.

Legislator Fraksi PPP ini menilai, hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa tidak akurat.

Menurutnya, 20 anggota DPRD Gowa yang dinyatakan reaktif tersebut memutuskan melakukan rapid test ulang di luar setelah pemeriksaan tersebut.

“Sebagian cari klinik dan dokter untuk memeriksa rapid test. Hasilnya negatif. Saya ragukan alat yang digunakan Dinas Kesehatan Gowa,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Gowa ini melanjutkan, 20 anggota DPRD Gowa yang dinyatakan reaktif Covid-19 itu langsung mengikuti pemeriksaan swab.

Namun, katanya, sambil menunggu hasil pemeriksaan swab, para anggota DPRD Gowa memutuskan mencari pemeriksaan pembanding.

“Sebagian besar sudah diswab. Tinggal tunggu hasil, sambil tunggu swab, teman-teman periksa ulang rapid test sebagai pembanding,” pungkasnya. (Hendra)